Untukmu,
kalimat ini barangkali singgah
di waktu yang tak banyak orang tahu
di antara hening yang panjang,
atau di sela-sela hari yang kau jalani seperti biasa.
Tak ada yang benar-benar melihat
seberapa dalam yang kau simpan,
atau harap apa yang kau ucapkan pelan-pelan
hanya untuk didengar langit.
Yang kutahu,
kau tetap berjalan.
Meski pelan.
Meski kadang tanpa tepuk tangan.
Dan mungkin sudah lama
tak ada yang berbisik pelan di telingamu:
terima kasih.
Terima kasih karena tidak menyerah
pada hari-hari yang terasa hampa.
Terima kasih karena masih memilih lembut
saat dunia tak selalu ramah.
Terima kasih karena kebaikanmu
tak ikut berubah menjadi pahit.
Jika hari ini kau merasa
tak ada yang bangga padamu,
biarkan kalimat ini singgah sebentar:
ada rasa bangga yang tumbuh diam-diam untukmu.
Kau telah melewati lebih banyak
dari yang dulu kau kira mampu.
Namun kau tetap di sini,
masih dalam penjagaan-Nya yang tak pernah putus,
masih dibangunkan pagi demi pagi
untuk melanjutkan kisahmu perlahan-lahan.
Barangkali itu pertanda,
bahwa di depan sana
ada bahagia yang sedang disiapkan.
Buah dari sabar yang tak kau pamerkan,
dari air mata yang hanya langit tahu.
InsyaAllah.
Dan sungguh,
ada doa yang berjalan tenang ke arahmu,
tanpa riuh,
tanpa perlu kau ketahui,
hanya ingin memastikan
kau baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar