yang membuat hati
merasa sepi,
bukan karena
tak ada siapa-siapa.
Melainkan karena
ia terlalu jauh
dari dirinya sendiri.
Terlalu sibuk
mencari tempat
untuk diterima.
Terlalu lelah
mengejar
pengakuan manusia.
Hingga lupa,
bahwa ketenangan
bukan selalu ditemukan
di luar sana.
Ada yang harus
lebih dulu dipulangkan,
yaitu hati
kepada dirinya sendiri.
Kepada nilai-nilai
yang diyakininya.
Kepada tujuan
yang membuatnya tetap teguh.
Sebab hati
yang tak lagi mengenal
tempat pulangnya,
akan terus merasa
kurang,
meski dikelilingi
banyak manusia.
Namun ketika
ia telah berdamai
dengan dirinya,
kesendirian
tak lagi menakutkan,
dan kebersamaan
tak lagi menjadi
sesuatu yang harus dipaksakan.
Karena rumah
yang paling tenang,
sering kali
bukan sebuah tempat,
melainkan hati
yang telah menemukan
jalan pulangnya.