tetapi tidak pernah benar-benar mau menempa dirinya.
Ia lebih sibuk mencari siapa yang bisa membawanya naik,
daripada membangun kemampuan
agar mampu berdiri sendiri.
Sedikit demi sedikit,
ia menempel pada nama,
pada pencapaian,
pada kekuatan orang lain.
Sampai suatu hari,
kesempatan datang.
Namun bersamaan dengan itu,
badai juga datang.
Dan di sanalah terlihat mana yang benar-benar tumbuh,
dan mana yang hanya ikut terbawa.
Sebab ketika tidak lagi ada tempat untuk bergantung,
yang tersisa hanyalah kemampuan yang memang dimiliki.
Maka jangan hanya sibuk terlihat besar.
Belajarlah menjadi kuat.
Tempa kemampuanmu
ketika belum banyak yang melihat.
Bangun pengalaman,
perluas pengetahuan,
dan biasakan dirimu menyelesaikan sesuatu
dengan kemampuan sendiri.
Sebab kesempatan mungkin bisa datang karena seseorang.
Tetapi untuk bertahan setelah kesempatan itu datang,
kita tetap membutuhkan kemampuan yang kita bangun sendiri.
Jangan hanya menjadi besar karena berdiri di atas nama orang lain.
Tumbuhlah cukup kuat hingga ketika badai datang,
kamu tetap mampu berdiri dengan kakimu sendiri.