Kamis, 09 April 2026

Batas Yang Perlu Ditegakkan

ada jarak

yang akhirnya dipilih

bukan tiba-tiba

melainkan tumbuh perlahan

dari lelah yang lama disimpan


dari hal-hal kecil

yang dibiarkan terlalu sering

dari kecewa

yang tak selalu sempat dijelaskan


dulu,

semua diberi dengan utuh

tanpa hitung

tanpa ragu


namun waktu mengajarkan

tak semua yang diberikan

akan dimengerti

tak semua yang tulus

akan dijaga


hingga akhirnya

yang berubah bukan perasaan

melainkan cara melindungi diri

agar tak terus-menerus kehilangan


menjauh

bukan berarti tak peduli

melainkan memilih

untuk tidak lagi bertahan

di tempat yang sama


yang baik

tetap ada

namun tak lagi diberikan

ke semua arah


hanya kepada mereka

yang tahu cara menghargai

yang mengerti cara menjaga


sebab ada batas

yang perlu ditegakkan

bukan untuk menyakiti

melainkan agar diri sendiri

tetap utuh dan tidak habis

Hiduplah Dengan Baik

hiduplah dengan baik

pelan, apa adanya

tanpa perlu tergesa mengejar segalanya


semoga setiap langkah

dikelilingi hal-hal yang menenangkan

yang sederhana

namun cukup untuk membuat hati merasa pulang


dan semoga

dipertemukan dengan orang-orang baik

yang hadir tanpa riuh

yang tinggal tanpa syarat

yang menjaga tanpa perlu banyak kata


yang tak hanya datang saat terang

namun juga tahu cara bertahan

di saat segalanya terasa redup


semoga yang menyertai

adalah kebaikan demi kebaikan

yang diam-diam menguatkan

yang pelan-pelan menumbuhkan


dan bila suatu saat lelah

semoga selalu ada

ruang-ruang kecil

untuk berhenti sejenak


menarik napas lebih dalam

dan kembali mengingat

bahwa tidak semua harus sempurna

untuk tetap terasa cukup

Bersikaplah Baik

 bersikaplah baik

barangkali itu

salah satu yang masih bisa dipilih

di antara begitu banyak hal

yang berjalan di luar kendali


hari-hari melaju

orang-orang pelan-pelan letih

menjaga dirinya tetap utuh

di tengah hal-hal yang tak selalu ramah


maka yang tersisa

seringkali hanya cara

bagaimana memperlakukan sesama


kebaikan

tak perlu hadir dengan gemuruh

ia cukup menjadi

pengertian yang sederhana

kesabaran yang tenang

atau isyarat kecil

bahwa seseorang dilihat dan dihargai


sebab setiap orang

sedang memikul sesuatu

ada yang mengatakannya

ada yang menyimpannya rapat-rapat

namun beban itu tetap berjalan bersama mereka


dan mungkin,

kebaikan tak mengubah segalanya

namun ia membuat langkah

terasa sedikit lebih ringan


dan dari yang kecil itu

segala sesuatu menemukan cara

untuk terus dilanjutkan

Hidup Bukanlah Perlombaan

jangan memandang hidup

sebagai lomba yang tak pernah usai


ia akan terasa panjang,

dan diam-diam melelahkan


seolah semuanya harus lebih cepat,

lebih banyak,

lebih tinggi

padahal yang sering dicari

hanyalah tenang

yang sempat tinggal di dalam


hidup barangkali

lebih sederhana dari itu:

tahu kapan melangkah,

kapan berhenti,

dan kapan menengadah

menikmati langit

yang tidak pernah tergesa


tidak semua harus didahului,

tidak semua harus dimenangkan


sebab yang terpenting

bukan sekadar sampai,

melainkan apa yang tumbuh

selama perjalanan


ada kebaikan

yang diam-diam dikumpulkan,

ada pahala

yang tak selalu terlihat


dan apa artinya tiba lebih dulu

jika yang dibawa pulang

ternyata hampa


maka berjalanlah

dengan cukup


agar setiap langkah

punya makna,

dan setiap jeda

menjadi tempat

untuk kembali utuh

Rabu, 08 April 2026

Tak Terkejut Oleh Kecewa

Ada masa ketika kita tidak lagi terkejut oleh kecewa.

Ia datang dengan langkah yang pelan,

dan kita menyambutnya tanpa banyak tanya.


Kita mulai mengerti,

tidak semua yang singgah akan menetap.

Tidak semua yang terucap akan menjadi nyata.


Lalu hati hanya berbisik pelan,

“kecewa… tapi tidak terkejut.”


Bukan karena sudah tak peduli,

melainkan karena sudah belajar menerima.

Belajar bahwa hidup tak selalu berjalan

seperti yang kita harapkan.


Di sana, perlahan kita berdamai.

Dengan kenyataan.

Dengan Qodarullah.


Ada luka yang tetap terasa,

namun ada juga ketenangan yang tumbuh di sela-selanya.

Seolah hati berkata,

“ini pun bagian dari jalan.”


Dan meski tak selalu mudah,

kita tetap melangkah

lebih tenang,

lebih lapang.


Semoga Sang Penggenggam Hati

senantiasa menguatkan,

membimbing, 

memudahkan langkah, 

dan menjaga kita dari niat jahat di sekitar kita.