Kehadirannya membuat kita percaya bahwa dunia
masih menyimpan banyak hal baik untuk diperjuangkan.
Ada pula yang seperti kabut,
perlahan menutupi jalan
hingga kita lupa ke mana hendak melangkah.
Begitulah pertemanan.
Seperti angin yang mengubah arah layar,
orang-orang terdekat kita dapat memengaruhi
ke mana perjalanan ini menuju.
Seperti penjual minyak wangi,
yang harumnya tetap melekat
meski kita tak membeli apa-apa,
teman yang baik pun meninggalkan jejak
yang perlahan mengubah diri kita.
Dan seperti pandai besi,
yang asapnya menempel pada pakaian
meski kita tak tersentuh apinya,
begitu pula keburukan yang kadang meresap tanpa kita sadari.
Sebab kebersamaan bukan hanya tentang siapa
yang berjalan di samping kita,
tetapi juga tentang nilai-nilai
yang perlahan kita bawa pulang.
Maka, pilihlah mereka
yang mengingatkan saat kita keliru,
yang menguatkan ketika kita lemah,
dan yang membuat kita ingin bertumbuh
menjadi manusia yang lebih baik.
Bukan berarti kita harus menjauhi
mereka yang masih memiliki kekurangan.
Bukankah kita pun sedang belajar?
Namun, ada perbedaan antara menemani
seseorang memperbaiki diri
dan membiarkan diri sendiri kehilangan arah karenanya.
Dan jika hari ini kita belum mampu menjadi sebaik mereka,
tak mengapa untuk memulai dengan berjalan bersama
orang-orang yang terus berusaha menjaga kebaikan.
Barangkali, dari tutur yang santun,
dari hati yang lapang,
dan dari kebiasaan kecil yang baik,
kita akan belajar sedikit demi sedikit
hingga kebaikan itu tumbuh dalam diri kita sendiri.
Sebab kita tak harus menjadi sempurna
untuk mulai berjalan ke arah yang benar.
Cukuplah memilih langkah yang baik,
menjaga hati agar tak merasa paling baik,
dan bersedia belajar dari mereka yang lebih dahulu memahami
arti menjadi manusia yang baik.
Pada akhirnya,
siapa yang menemani perjalanan kita
mungkin tak sepenuhnya menentukan siapa diri kita.
Namun, mereka dapat ikut membentuk siapa kita kelak.
Maka, semoga Allah mempertemukan kita
dengan orang-orang yang mendekatkan
bukan hanya kepada kebaikan,
tetapi juga kepada kesadaran untuk terus memperbaiki diri.
Dan semoga, perlahan-lahan,
kita tak hanya menjadi seseorang
yang beruntung mengenal orang-orang baik,
tetapi juga menjadi seseorang
yang kehadirannya membawa kebaikan bagi orang lain.