Menuju Senin memang punya beraneka rasa.
Ada yang sangat bersemangat menyambutnya.
Mungkin karena ada pekerjaan
yang sudah lama ingin diselesaikan.
Ada target baru yang ingin dikejar.
Ada pertemuan yang dinantikan.
Atau mungkin,
ada kesempatan baru
yang membuatnya ingin segera memulai hari.
Ada yang sejak malam
sudah mulai berdegup hatinya.
Besok kembali bekerja.
Kembali membuka agenda.
Kembali mengejar target.
Kembali menghadapi segala hal
yang sempat ditinggalkan selama akhir pekan.
Ada juga yang sedikit murung.
Sebab besok harus kembali memasang wajah
seolah semuanya baik-baik saja.
Kembali mengangguk di tengah rapat.
Kembali berkata,
“Noted, Pak.”
“Siap, Pak.”
Meski di dalam hati barangkali sedang menghitung berapa hari lagi menuju akhir pekan.
Dan tidak apa-apa.
Apa pun perasaan yang datang bersama Senin,
kita tetap sedang bertumbuh.
Sedang belajar bertahan
pada hari-hari yang tidak selalu mudah.
Sedang belajar menjalani tanggung jawab.
Sedang belajar menemukan arti
di balik rutinitas yang terkadang terasa melelahkan.
Semoga akan ada satu Senin,
atau mungkin banyak Senin,
yang Allah jadikan sebagai momentum baik
dalam kehidupan kita.
Momentum untuk bertemu kesempatan baru.
Membuka jalan baru.
Memulai sesuatu
yang selama ini hanya berani dipikirkan.
Dan sebelum kembali
mengeluhkan Senin yang sibuk,
mari sejenak belajar mensyukurinya.
Sebab ada banyak orang yang merindukan
energi yang kita miliki untuk menjalani hari.
Ada mereka yang sedang mencari pekerjaan.
Ada yang ingin kembali
memiliki kesibukan
untuk dituju setiap pagi.
Ada yang memiliki keterbatasan fisik
dan tidak bisa bergerak sebebas yang kita lakukan.
Dan ada begitu banyak orang
yang mungkin akan sangat bersyukur
jika esok pagi mereka masih memiliki alasan
untuk bangun,
bersiap, lalu pergi menjalani hari.
Jadi, kalau besok Senin datang
dengan segala sibuk dan beratnya,
mungkin tidak perlu terlalu membencinya.
Tarik napas.
Seduh kopi.
Rapikan diri.
Lalu jalani.
Sebab mungkin,
Senin yang hari ini terasa melelahkan,
adalah kehidupan yang diam-diam
pernah dimohonkan oleh diri kita sendiri.
Selamat menyambut Senin.
Semoga meskipun langkahnya tidak selalu ringan,
tetapi selalu membawa kita sedikit lebih dekat
kepada hal-hal baik yang telah Allah siapkan di depan.