Minggu, 01 Maret 2026

Bertahanlah...

Ini bukan pertama kalinya, ya…

Aku tahu ada saat kamu hampir menyerah.


Aku tahu kamu bekerja keras, diam-diam.

Menahan lelah tanpa banyak cerita.

Jam tidurmu sering berantakan.

Ada hari-hari ketika makan pun terlewat,

seolah kamu lupa bahwa tubuhmu juga butuh dijaga.


Aku tahu akhir-akhir ini kamu lebih banyak diam.

Seperti ada banyak hal yang ingin keluar,

tapi tak menemukan tempat yang aman untuk singgah.


Hei…

kalau boleh,

aku hanya ingin memintamu satu hal kecil:

tetaplah bertahan.


Tak perlu melompat jauh.

Tak perlu membuktikan apa-apa.

Cukup satu langkah pelan hari ini.

Besok, satu lagi.


Kamu tak harus selalu terlihat kuat.

Tak apa jika lelah.

Tak apa jika ingin berhenti sejenak.


Meski mungkin tak banyak yang melihat,

perjalananmu sejauh ini bukan hal kecil.

Kamu sudah melewati begitu banyak hal

yang dulu terasa mustahil.


Bertahanlah, ya…

Dunia memang belum selalu lembut.

Tapi hatimu lebih kuat

daripada yang sering kamu sadari.

Sabtu, 28 Februari 2026

Kamu akan baik-baik saja (II)

Coba pejamkan mata sebentar.

Tarik napas pelan,

seperti sedang memeluk dirimu sendiri.


Hari ini terasa berat, ya.

Mungkin besok belum sepenuhnya ringan.

Tapi tidak selamanya akan seperti ini.

Pelan-pelan, semuanya akan melunak.


Tetaplah berjalan, meski perlahan.

Tetaplah bangun setiap pagi,

meski hanya dengan sisa senyum kecil

yang belum utuh kembali.

Itu sudah cukup.


Jika malam terasa sesak,

letakkan takutmu baik-baik di sudut hati.

Tak perlu kau usir,

cukup kau temani.


Akan ada hari

di mana cahaya terasa lebih hangat.

Di mana kamu bercermin

dan tanpa sadar

senyum itu datang lagi—

bukan karena dipaksa,

tapi karena memang ingin tinggal.


Akan ada pagi

yang tak lagi terasa seperti perjuangan.


Ingatlah,

ini bukan pertama kalinya kamu merasa rapuh.

Dan setiap kali sebelumnya,

kamu tetap sampai di sini.


Kamu sudah melewati banyak hal

yang dulu kamu kira tak akan sanggup.


Maka kali ini pun,

pelan saja…

kamu akan baik-baik saja.

Semua Akan Baik-Baik Saja

Hidup memang berantakan
tapi bukankah yang berantakan pun
kadang tetap indah dengan caranya sendiri?

Tak apa,
kau manusia.
Bisa lelah, bisa goyah,
bisa ingin berhenti sejenak
tanpa harus merasa gagal.

Minggu ini kau sudah melakukan yang terbaik,
meski tak ada yang menghitungnya.
Ada pertempuran-pertempuran
yang sedang dan akan kau menangkan diam-diam,
tanpa sorot mata siapa pun.

Bagaimana jika semua yang sedang kau jalani
adalah jawaban yang sedang dipersiapkan
untuk doa-doa yang pernah kau langitkan?

Tenanglah.
Semua akan baik-baik saja.

Terima kasih
untuk kuat yang tak pernah kau pamerkan,
untuk bertahan yang tak pernah kau ceritakan.

Terima kasih
karena sudah bertahan,
dan memilih tetap kuat.

Udara Kotor

 Bukan tanggung jawab yang membuat bahu terasa berat.

Angka-angka itu biasa saja.

Deadline pun tahu caranya lewat.

 

Yang pelan-pelan menguras

adalah udara yang tak lagi bersih.

Ada suara yang terlalu sering dibiarkan,

ada sikap yang tak pernah benar-benar disapa.

 

Kita datang membawa tenaga dan niat baik,

namun pulang dengan kepala penuh jeda,

belajar menahan,

belajar diam,

belajar menjaga jarak dari riuh yang tak perlu.

 

Di sebuah ruangan,

jika yang tajam terus diasah

dan yang lembut diminta mengalah,

maka jangan heran

bila suatu hari

yang memilih pergi

bukan yang lemah,

melainkan yang ingin tetap utuh.

Rekan Toxic

 Yang membuat kantor terasa tidak nyaman

sering kali bukan pekerjaannya.

 

Bukan targetnya.

Bukan tekanannya.

 

Tapi ketika orang yang salah dibiarkan,

dan yang toxic tak pernah dikoreksi.

 

Kamu sudah bekerja keras,

namun setiap hari harus mengatur napas,

menjaga jarak,

menghindari drama yang melelahkan.

 

Kerja bisa dipelajari.

Skill bisa dilatih.

Tapi karakter

jika dibiarkan tanpa batas,

perlahan menjadi racun bagi tim.

 

Saat yang kasar tetap diberi kuasa,

jangan heran jika yang waras pergi satu per satu.

 

Dan ketika yang sehat memilih mundur,

itu bukan karena mereka lemah,

melainkan karena mereka lelah.