sering kali adalah tetap menjadi orang baik.
Bukan karena yang terjadi
tidak menyakitkan.
Bukan pula karena kita lupa
pada luka yang pernah ada.
Melainkan karena kita memilih
agar luka itu berhenti pada diri kita.
Tidak semua yang menyakiti harus dibalas.
Ada kalanya yang paling bijaksana adalah memaafkan,
melepaskan,
lalu melanjutkan hidup
dengan hati yang lebih ringan.
Sebab amarah yang terus dipelihara,
lebih sering melukai pemiliknya,
daripada orang yang ditujukan.
Biarlah masa lalu menjadi pelajaran,
bukan tempat untuk terus kembali.
Karena kemenangan yang sesungguhnya,
bukan ketika kita berhasil membalas.
Melainkan ketika kita tetap mampu menjaga hati,
menjaga sikap,
dan tidak berubah
menjadi seseorang yang dulu pernah melukai kita.