jauh sebelum kita mengerti bagaimana cara menerimanya.
Manusia berjalan di dunia
dengan ujian yang datang silih berganti.
Kadang ringan seperti angin,
kadang berat seperti langit yang penuh hujan.
Ada rencana yang berubah,
harapan yang tertunda,
dan jalan yang harus ditempuh
meski hati belum sepenuhnya siap.
Namun bukankah kita percaya,
pena telah terangkat dan tinta telah mengering?
Ada hal-hal yang tidak mampu kita pilih,
tidak selalu dapat kita pahami,
namun tetap berada dalam pengetahuan Rabb
yang meliputi segala sesuatu.
Maka tak perlu terlalu lama
membiarkan keluh memenuhi hati.
Jika lelah, beristirahatlah.
Jika jalan terasa berat,
berjalanlah lebih perlahan.
Tidak semua yang terjadi harus segera kita mengerti.
Ada hikmah yang baru terlihat
setelah waktu membawa kita melewati banyak hal.
Bersabarlah pelan-pelan,
seperti bumi yang menunggu musim berganti.
Tetap menerima hujan,
meski belum tahu kapan matahari kembali.
Yakinlah,
tidak setiap kesulitan datang untuk melemahkan.
Ada yang mengajarkan keteguhan,
ada yang melapangkan hati,
dan ada yang membuat kita kembali mengenal arti berserah.
Maka kuatkan langkah dengan sabar,
rawat hati dengan doa,
dan jagalah prasangka baik kepada Rabb.
Sebab ketenangan tidak selalu lahir
ketika semua pertanyaan terjawab,
melainkan ketika hati mulai menerima
bahwa tidak semua hal harus dipahami hari ini.
Cukuplah berikhtiar,
bersabar,
dan menyerahkan apa yang tak mampu kita kendalikan
kepada Rabb Yang Maha Mengetahui.
Semoga di tengah segala yang belum kita mengerti,
hati tetap memiliki alasan untuk percaya,
dan langkah tetap menemukan kekuatan
untuk melanjutkan perjalanan.