Nanti,
ketika kamu bertemu seseorang yang emosinya tenang,
kamu akan menyadari
bahwa kenyamanan ternyata sesederhana merasa didengar.
Tidak perlu takut
setiap percakapan berubah menjadi pertengkaran.
Tidak perlu cemas
setiap perbedaan pendapat berakhir dengan saling melukai.
Bersamanya,
kamu bisa menyampaikan isi hati tanpa merasa kecil.
Bisa menjelaskan tanpa harus membela diri terus-menerus.
Bisa melakukan kesalahan tanpa takut dihakimi.
Bukan karena ia selalu benar.
Tetapi karena ia memahami
bahwa setiap manusia memiliki hari-hari yang sulit.
Ia juga bisa marah.
Ia juga bisa kecewa.
Namun ia tidak membiarkan
emosinya mengambil alih cara ia memperlakukan orang lain.
Ia memilih menenangkan diri sebelum berbicara.
Memilih memahami sebelum menyimpulkan.
Dan memilih menyelesaikan masalah daripada memperbesar luka.
Saat bertemu orang seperti itu,
kamu akan mengerti bahwa ketenangan bukanlah sifat yang biasa saja.
Ia adalah tempat di mana orang lain merasa aman untuk menjadi manusia.