sebuah kata
meninggalkan lisan,
ada baiknya
ia singgah sejenak
di dalam hati.
Bertanyalah
dengan pelan.
Apakah yang akan diucapkan
benar adanya?
Apakah kehadirannya
benar-benar diperlukan?
Dan apakah
ia akan membawa
kebaikan,
bukan sekadar
melampiaskan perasaan?
Sebab kata-kata
tak pernah benar-benar
hilang
setelah diucapkan.
Ia akan tinggal
di ingatan seseorang.
Kadang menjadi
penguat.
Kadang menjadi
luka.
Maka tak mengapa
jika sesekali
memilih diam
lebih dulu.
Bukan karena
tak memiliki jawaban.
Melainkan karena
tak ingin
setiap kata
kehilangan
kelembutannya.
Sebab lisan
yang dijaga,
sering kali
menyelamatkan hati
lebih banyak
daripada yang kita sadari.