dengan jalan hidupnya masing-masing.
Tidak ada yang benar-benar
berjalan dengan peta yang sama.
Ada yang langkahnya terlihat cepat.
Ada yang harus berputar lebih jauh.
Ada pula yang berkali-kali jatuh dan bangun
sebelum akhirnya menemukan arah.
Maka mungkin,
tidak perlu terlalu sering membandingkan
langkah sendiri dengan langkah orang lain.
Sebab ada luka yang sedang disembuhkan.
Ada doa-doa yang diam-diam dipanjatkan.
Ada perjuangan yang dilakukan
tanpa pernah dilihat siapa-siapa.
Dan hanya diri sendiri serta Allah yang benar-benar tahu
seberapa berat perjalanan yang telah dilalui.
Hidupilah waktumu dengan lebih tenang.
Selesaikan satu urusan.
Kemudian lanjutkan ke urusan berikutnya.
Tidak perlu terburu-buru membuktikan apa-apa.
Napas yang masih dihirup hari ini
adalah tanda bahwa masih ada kesempatan
untuk belajar, untuk mencoba, dan untuk bertumbuh.
Percayalah,
setiap penantian akan menemukan waktunya.
Setiap ikhtiar memiliki jalannya.
Dan setiap air mata
tidak pernah benar-benar sia-sia di hadapan-Nya.
Jalani saja takdirmu dengan kepala tegak dan hati yang lapang.
Tidak harus menjadi versi terbaik menurut dunia.
Cukup menjadi seseorang yang jujur
terhadap perjalanan yang sedang dijalani.
Sebab pada akhirnya, ketenangan bukan datang
dari memiliki semua yang dimiliki orang lain.
Melainkan dari kemampuan untuk menerima
bahwa hidup ini memang memiliki jalannya sendiri.
Dan mungkin,
meski hari ini belum semua terlihat indah,
Yang Maha Menentukan sedang menulis cerita yang belum selesai.
Maka tidak perlu terlalu cemas
tentang halaman yang belum dibuka.
Cukup jalani halaman yang ada hari ini.
Sebab setiap orang akan sampai pada waktunya sendiri.
Dan hidup tidak pernah meminta
untuk berjalan seperti siapa pun.