Semangat
mungkin menjadi
langkah pertama.
Namun ia
tidak selalu tinggal
cukup lama.
Akan ada hari
ketika rasa ingin
mulai berkurang.
Akan ada waktu
ketika langkah
terasa lebih berat
daripada biasanya.
Di sanalah
kesungguhan
mengambil perannya.
Ia mengajak
kita tetap berjalan,
meski tanpa
tepuk tangan.
Meski tanpa
semangat yang sama
seperti di awal.
Dan ketika perjalanan
terasa semakin panjang,
makna
akan menjadi
alasan untuk tetap bertahan.
Bukan karena
semuanya mudah.
Melainkan karena
hati tahu
mengapa langkah itu
perlu diteruskan.
Hidup
tidak meminta
kita menjadi
yang paling cepat.
Tidak pula
yang paling sempurna.
Ia hanya mengajak
agar kita
tidak berhenti
bertumbuh.
Terus belajar.
Terus memperbaiki diri.
Dan terus melangkah,
sebab sering kali,
bukan langkah yang besar
yang mengubah kehidupan,
melainkan kesediaan
untuk tetap berjalan,
hari demi hari,
hingga tanpa disadari
kita telah menjadi
pribadi yang lebih baik
daripada kemarin.