Rabu, 25 Maret 2026

Jalan Di Depan

Kau tak selalu harus tahu 

apa yang akan terjadi selanjutnya dalam perjalananmu. 

Kadang, 

cukup berada di tempatmu sekarang, 

dan tahu bahwa tak apa-apa berada di sini.


Ada begitu banyak keindahan 

dalam menerima dirimu sendiri di saat ini, 

di detik yang kau pijak sekarang.


Apapun yang sedang kau kejar, 

apapun yang kau usahakan, 

ingatlah selalu: 

menemukan kedamaian di saat ini 

sama pentingnya dengan menatap jalan yang ada di depanmu.


Be where you are.

Berdamai Dengan Takdir

Berdamai dengan takdir

adalah pilihan yang paling menenangkan.


Ketika hati belajar menerima

apa yang telah digariskan,

pertanyaan-pertanyaan perlahan mereda.

Bukan karena semuanya mudah,

tetapi karena jiwa tak lagi melawan.


Apa yang datang diterima dengan lapang.

Apa yang pergi dilepas dengan sabar.


Dan saat kau sungguh menerima,

kau tak lagi sibuk mempersoalkan

kau hanya melangkah,

dengan hati yang lebih tenang.

Bukan Siapa Siapa

Aku sedang belajar 

merasa bukan siapa-siapa, 

merasa belum cukup, 

belum layak.


Dari sana aku mengerti, 

rasa belum layak bukan kelemahan, 

melainkan penjaga agar hati tetap rendah. 

Ia menahan kesombongan yang sering tumbuh diam-diam.


Aku pun belajar tak menunggu sempurna untuk melangkah. 

Sebab jika menunggu tanpa cela, 

yang tumbuh hanya penundaan.


Keberanian kadang lahir dari takut. 

Melangkah dalam gemetar, 

lebih jujur daripada diam dalam percaya diri yang rapuh.


Proses memperbaiki diri lebih penting 

daripada sekadar terlihat pantas. 

Orang-orang besar pun pernah merasa kecil, 

namun mereka tetap berjalan.


Setiap langkah kecil tetap berarti. 

Tak ada yang sia-sia bagi yang terus bergerak.


Standar Allah tak selalu sama dengan ukuran manusia. 

Yang tampak kecil di mata banyak orang, 

bisa saja bernilai besar di hadapan-Nya

Dua Air

Ada dua air

yang tak pernah bisa kita bayar


air susu ibu,

dan keringat ayah.


Yang satu mengalir

dalam diam yang penuh kasih,

memberi hidup

sejak awal kita mengenal dunia.


Yang satu lagi

jatuh perlahan,

di bawah terik dan lelah,

demi memastikan

kita tetap berjalan.


Keduanya tidak pernah meminta,

tidak pernah menghitung,

tidak pula menunggu balasan.


Maka barangkali

yang bisa dilakukan hanyalah

menjaga hati

agar tetap ingat,

bahwa di setiap langkah kita hari ini,

ada cinta

yang pernah diberikan

tanpa syarat.

Pilihlah Kebaikan

Segala yang kau lakukan akan kembali padamu. 

Maka pilihlah kebaikan, 

sekecil apapun, 

sekadar senyum yang kau berikan, 

kata lembut yang kau ucapkan, 

atau tangan yang menolong tanpa diminta.


Setiap butir kebaikan itu, 

meski ringan dan sederhana, 

akan kembali padamu. 


Ia menenangkan hati yang gelisah, 

membawa damai di tengah hari yang sibuk, 

dan menambahkan cahaya pada sudut-sudut hidupmu 

yang sebelumnya gelap dan sepi.


Karena kebaikan, 

seperti sungai kecil, 

akan mengalir kembali, 

dan pada waktunya, 

kau akan merasakan kesejukan yang sama 

yang pernah kau tebarkan untuk orang lain.