yang benar-benar mudah untuk dipahami.
Setiap orang membawa sesuatu
yang tidak selalu terlihat.
Ada luka yang tak pernah diceritakan.
Ada ketakutan akan ditinggalkan
yang membuat seseorang terlalu dekat,
atau justru memilih pergi lebih dulu.
Ada yang mudah meminta maaf,
meski bukan ia yang bersalah.
Ada pula yang tertawa paling keras,
sementara di dalam hati
sedang berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Kita semua memiliki bagian diri
yang dibentuk oleh apa yang pernah kita lalui.
Karena itu,
sebelum menyebut seseorang terlalu sulit,
terlalu banyak, atau terlalu jauh,
ingatlah bahwa kita tidak pernah tahu
perjalanan apa yang sedang ia bawa.
Yang terlihat dingin mungkin sedang lelah.
Yang sering meminta kepastian
mungkin hanya ingin merasa aman.
Yang sulit bercerita mungkin pernah tumbuh
di tempat yang membuatnya takut untuk didengar.
Kita semua datang dengan cerita,
kekurangan, dan luka masing-masing.
Maka mungkin,
yang paling dibutuhkan dalam sebuah hubungan
bukan kesempurnaan,
melainkan kesediaan untuk memahami.
Tidak tergesa menghakimi.
Tidak menjadikan kekurangan
sebagai alasan untuk menyakiti.
Sebab setiap orang yang kita temui
mungkin sedang membawa luka
yang tidak pernah ia minta.
Dan terkadang,
kebaikan paling sederhana
adalah memberi sedikit ruang,
sedikit kesabaran,
agar seseorang tahu
bahwa ia tidak harus melewati semuanya sendirian.