yang terucap pelan
di waktu-waktu orang sedang terlelap.
Ia mungkin tak terdengar
oleh manusia,
namun tidak pernah luput
dari yang Maha Mendengar.
Seperti anak panah
yang dilepas di malam hari.
Ia melesat tanpa terlihat,
namun tak pernah salah arah.
Hanya saja ia memiliki
waktunya sendiri untuk sampai.
Dan setiap waktu punya akhirnya.
Maka jangan gantungkan harap
pada pintu-pintu yang mudah tertutup.
Mintalah pada Dia yang selalu terbuka,
tanpa lelah dan tanpa bosan.
Sebab manusia kadang
enggan diminta,
bahkan bisa berpaling.
Namun Dia justru mencintai
hamba yang datang memohon.
Dan ketika hati bertanya
seberapa dekat Ia.
Jawabnya ada dalam setiap doa
yang diangkat dengan tulus.
Bahwa Ia dekat,
lebih dekat dari yang disangka,
mendengar,
dan mengabulkan
dengan cara yang paling tepat.
Doa bukan sekadar harap,
ia adalah kekuatan
yang menolak yang buruk,
dan yang meringankan yang berat.
Kadang mengubah arah
dan kadang menguatkan langkah.
Dan di sanalah kita belajar percaya,
bahwa tak semua yang terlihat
adalah satu-satunya jalan.
Sebab selalu ada yang bekerja dalam diam,
melalui doa yang tak pernah sia-sia.