Selasa, 16 Juni 2026

Jalan Tenang

Tidak semua pendapat
perlu dijadikan arah.
Ada yang cukup singgah sebentar,
lalu dibiarkan pergi bersama waktu.

Sebab manusia akan selalu memiliki
ceritanya sendiri tentang kita.
Ada yang memahami.
Ada yang salah mengerti.
Tidak mengapa.
Tidak semua bayangan
harus kita luruskan.

Dan izinkan dirimu
menjalani hidup ini
dengan lebih tenang.
Berjalanlah ke arah yang baik,
meski tidak semua orang
akan mengerti alasanmu.

Rawatlah mimpi-mimpi 
yang diam-diam kau simpan.
Peliharalah harapan-harapan kecil
yang membuatmu tetap bertahan.

Sebab hidup ini terlalu berharga
untuk dihabiskan
demi menjadi seseorang
yang diinginkan semua orang.

Dan bukankah hati yang tenang
lebih berharga,
daripada tepuk tangan
yang membuat kita kehilangan diri sendiri?

Bersyukur

Apa yang membuat hari ini
terasa kurang untuk disyukuri?

Mungkin ada lelah yang tak sempat diceritakan,
ada harapan yang belum juga menemukan jalannya,
atau ada beberapa hal
yang berjalan tidak seperti yang diinginkan.

Namun sesekali,
tak ada salahnya memandang hidup
dengan langkah yang sedikit lebih pelan.

Tentang pekerjaan yang terasa melelahkan
ada yang masih menunggu kesempatan,
dan akan sangat bersyukur
jika dapat merasakan kesibukan
yang hari ini membuat kita ingin mengeluh.

Tentang anak-anak yang menguji kesabaran
ada hati yang masih memohon
agar rumahnya diisi oleh tawa kecil,
agar ada tangan mungil
yang bisa digenggam setiap hari.

Tentang orang-orang terdekat
yang terkadang membuat kita bersabar
ada yang hanya bisa mengenang,
dan diam-diam berharap
bisa kembali bertemu,
meski hanya untuk beberapa saat.

Tentang hari-hari yang terasa biasa saja
ada yang sedang berjuang melewati masa sulit,
dan menginginkan ketenangan sederhana
yang mungkin tak terlalu kita perhatikan.

Kadang,
yang kita anggap sebagai hal yang biasa,
adalah sesuatu yang sedang diminta seseorang
dengan sungguh-sungguh
dalam doa-doanya yang paling sunyi.

Maka jika hari ini belum berjalan sempurna,
tak mengapa.

Barangkali,
syukur tidak selalu lahir
dari hidup yang tanpa kekurangan.

Ia tumbuh perlahan,
saat kita menyadari
bahwa masih ada yang menemani,
masih ada yang bisa diperjuangkan,
dan masih ada banyak hal sederhana
yang ternyata begitu berharga,
meski sering luput dari perhatian kita.

Berjalan Dengan Tulus

Semoga langkahmu selalu dijaga
dari pandangan yang diam-diam
tidak senang melihatmu bertumbuh.

Karena tidak semua senyum
datang dengan hati yang benar-benar ikut bahagia.
Ada yang hadir hanya untuk melihat,
ada pula yang diam-diam berharap
dirimu gagal di tengah jalan.

Maka semoga hatimu selalu dilindungi,
tetap tenang,
dan tidak mudah goyah
oleh energi yang tidak baik.

Teruslah berjalan dengan tulus.
Tidak perlu terlalu sibuk
membuktikan apa pun kepada siapa pun.

Sebab yang benar-benar menyayangimu
akan ikut bahagia melihatmu berhasil,
tanpa iri,
tanpa merasa terganggu oleh cahaya yang kamu miliki.

Dan semoga,
di setiap langkah yang sedang diusahakan,
Sang Maha Menjaga
mengelilingimu dengan orang-orang baik
yang doanya tulus,
yang hadirnya menenangkan,
dan yang benar-benar ingin melihatmu hidup
dengan tenang dan bahagia.

Sederhana

Jalani hidup dengan sederhana,
dengan arti yang tidak perlu ditunjukkan
sebab yang dicari
bukan lagi gemerlap yang mencolok,
melainkan tenang
yang tinggal lebih lama di dalam dada

Bukan pula tepuk tangan,
atau pandangan orang-orang
yang datang dan pergi
karena jiwa
tak pernah benar-benar kenyang
oleh riuh yang sementara

Ia hanya diam
ketika merasa hidup ini
punya makna
maka segala yang gemerlap itu
kadang hanya singgah sebentar
memberi puas yang tipis,
lalu pergi
tanpa sempat menyentuh yang paling dalam

Kita bisa saja menunjukkan banyak hal,
mengumpulkan yang tampak di luar,
namun jika hati tetap hampa,
semuanya hanya menjadi
bayang-bayang yang lewat

Barangkali yang lebih perlu dijaga
bukan apa yang terlihat,
melainkan apa yang membuat
kita pulang ke diri sendiri
dengan perasaan cukup

Belajar Tentang Sabar

Tidak ada kesempurnaan dalam hidup.
Dan mungkin,
memang tidak pernah dimaksudkan demikian.

Sebab jika semuanya sempurna,
barangkali kita tak akan belajar tentang sabar,
tentang rendah hati,
dan tentang bagaimana menjadi manusia yang lebih baik.

Maka tidak mengapa
jika masih ada kekurangan.
Tidak mengapa
jika sesekali kita tersandung oleh kesalahan yang sama.

Selama hati ini masih mau belajar,
masih mau menerima nasihat,
dan masih mau kembali memperbaiki diri,
selalu ada harapan.

Sebab setiap pagi yang datang
membawa kesempatan yang baru.
Dan setiap kesempatan yang baru
adalah bentuk kasih sayang Tuhan,
agar kita dapat bertumbuh,
sedikit demi sedikit,
menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.