Rabu, 17 Juni 2026

Istirahat Sejenak

Hari telah beranjak pergi,
dan malam datang dengan tenangnya.
Apa yang dapat dilakukan hari ini,
telah dilakukan.
Apa yang belum sempat selesai,
biarlah beristirahat sejenak bersama waktu.

Tak perlu membawa semuanya
terlalu jauh ke dalam malam.
Rangkul saja harapan-harapanmu dengan tenang.
Simpan baik-baik mimpi yang masih ingin kauwujudkan.

Dan percayalah,
esok akan datang
dengan cahaya yang baru,
dengan kesempatan yang baru,
dan dengan cerita yang belum selesai dituliskan.

Maka pejamkan matamu dengan damai.
Tak apa jika hari ini belum sempurna.
Sebab selama masih ada hari esok,
selalu ada ruang untuk memulai kembali.

Selamat malam.
Semoga istirahatmu tenang,
dan esok menyambutmu
dengan hati yang lebih lapang
dan harapan yang tetap terjaga.

Pekerjaan

Apa pun bentuk pekerjaan itu
meski tidak selalu terlihat istimewa,
bukan seperti yang dulu dibayangkan,
atau mungkin tak banyak mendapat pujian
jangan terlalu cepat meremehkannya.

Sebab ada kehormatan
yang tumbuh dari tangan
yang mau berusaha.

Ada ketenangan
yang lahir dari kemampuan
untuk berdiri dengan hasil sendiri.

Dan ada kebahagiaan yang sederhana
ketika apa yang dikerjakan
dapat menjadi jalan
untuk menjaga diri,
membahagiakan orang-orang yang disayang,
dan tidak menggantungkan hidup
pada belas kasihan siapa pun.

Karena nilai sebuah pekerjaan
tidak selalu ditentukan
oleh pandangan manusia.

Sering kali,
yang membuat sesuatu menjadi mulia
bukan seberapa tinggi ia dipandang,
melainkan seberapa jujur ia dijalani,
seberapa sungguh ia diusahakan,
dan seberapa banyak kebaikan
yang lahir darinya.

Maka berjalanlah dengan tenang.

Tak perlu merasa kecil
hanya karena jalanmu berbeda.

Sebab tidak sedikit hal-hal yang berharga
bertumbuh diam-diam,
jauh dari tepuk tangan
dan pujian manusia.

Dan mungkin,
di antara segala yang tampak sederhana,
ada keberkahan
yang nilainya jauh lebih besar
daripada yang dapat dilihat mata.

Hadir Hari Ini

Jangan biarkan masa lalu
mengambil kebahagiaan yang masih dimiliki hari ini.

Apa yang telah berlalu,
biarlah menjadi pelajaran,
bukan penjara.

Sebab hidup tidak berlangsung di kemarin,
dan tidak pula sepenuhnya berada di esok hari.

Ia hadir di saat ini.

Di pagi yang masih dapat disyukuri.
Di orang-orang yang masih ada.
Dan di kesempatan-kesempatan kecil
yang masih setia menunggu untuk dijalani.

Maka jangan terlalu lama tinggal
di tempat yang sudah ditinggalkan waktu.

Pelan-pelan saja.

Terimalah apa yang telah terjadi,
dan hiduplah sebagaimana hari ini meminta untuk dijalani.

Karena barangkali,
salah satu bentuk syukur yang paling sederhana
adalah mampu menikmati hari ini,
tanpa terus-menerus dikejar
oleh hal-hal yang telah berlalu.

Selasa, 16 Juni 2026

Jalan Tenang

Tidak semua pendapat
perlu dijadikan arah.
Ada yang cukup singgah sebentar,
lalu dibiarkan pergi bersama waktu.

Sebab manusia akan selalu memiliki
ceritanya sendiri tentang kita.
Ada yang memahami.
Ada yang salah mengerti.
Tidak mengapa.
Tidak semua bayangan
harus kita luruskan.

Dan izinkan dirimu
menjalani hidup ini
dengan lebih tenang.
Berjalanlah ke arah yang baik,
meski tidak semua orang
akan mengerti alasanmu.

Rawatlah mimpi-mimpi 
yang diam-diam kau simpan.
Peliharalah harapan-harapan kecil
yang membuatmu tetap bertahan.

Sebab hidup ini terlalu berharga
untuk dihabiskan
demi menjadi seseorang
yang diinginkan semua orang.

Dan bukankah hati yang tenang
lebih berharga,
daripada tepuk tangan
yang membuat kita kehilangan diri sendiri?

Bersyukur

Apa yang membuat hari ini
terasa kurang untuk disyukuri?

Mungkin ada lelah yang tak sempat diceritakan,
ada harapan yang belum juga menemukan jalannya,
atau ada beberapa hal
yang berjalan tidak seperti yang diinginkan.

Namun sesekali,
tak ada salahnya memandang hidup
dengan langkah yang sedikit lebih pelan.

Tentang pekerjaan yang terasa melelahkan
ada yang masih menunggu kesempatan,
dan akan sangat bersyukur
jika dapat merasakan kesibukan
yang hari ini membuat kita ingin mengeluh.

Tentang anak-anak yang menguji kesabaran
ada hati yang masih memohon
agar rumahnya diisi oleh tawa kecil,
agar ada tangan mungil
yang bisa digenggam setiap hari.

Tentang orang-orang terdekat
yang terkadang membuat kita bersabar
ada yang hanya bisa mengenang,
dan diam-diam berharap
bisa kembali bertemu,
meski hanya untuk beberapa saat.

Tentang hari-hari yang terasa biasa saja
ada yang sedang berjuang melewati masa sulit,
dan menginginkan ketenangan sederhana
yang mungkin tak terlalu kita perhatikan.

Kadang,
yang kita anggap sebagai hal yang biasa,
adalah sesuatu yang sedang diminta seseorang
dengan sungguh-sungguh
dalam doa-doanya yang paling sunyi.

Maka jika hari ini belum berjalan sempurna,
tak mengapa.

Barangkali,
syukur tidak selalu lahir
dari hidup yang tanpa kekurangan.

Ia tumbuh perlahan,
saat kita menyadari
bahwa masih ada yang menemani,
masih ada yang bisa diperjuangkan,
dan masih ada banyak hal sederhana
yang ternyata begitu berharga,
meski sering luput dari perhatian kita.