Hari ini kita duduki,
besok bisa saja menjadi tempat orang lain.
Ia hanya sebuah posisi
yang pada waktunya akan berganti pemilik.
Kita datang,
menjalankan peran,
membuat keputusan,
mengejar banyak hal,
lalu suatu hari meninggalkannya.
Tidak ada yang benar-benar
menjadi milik kita selamanya.
Namun ada hal-hal
yang tidak semudah itu berlalu.
Cara kita memperlakukan orang.
Cara kita berbicara kepada mereka yang mungkin
tidak punya kedudukan tinggi.
Cara kita bersikap kepada orang-orang
yang bekerja bersama kita,
yang membantu perjalanan kita,
atau mereka yang mungkin
tidak punya apa-apa untuk diberikan selain kehadirannya.
Sebab pada akhirnya,
orang mungkin tidak lagi ingat
jabatan yang pernah kita miliki.
Tidak selalu ingat
seberapa tinggi posisi kita,
seberapa besar ruangan kita,
atau seberapa banyak keputusan
yang pernah kita buat.
Tetapi mereka mungkin masih ingat
bagaimana rasanya
berada di dekat kita.
Apakah mereka merasa dihargai,
didengarkan,
dan diperlakukan dengan baik.
Atau justru pernah merasa kecil
hanya karena kita memiliki sedikit lebih banyak kuasa.
Maka selama masih diberi tempat,
gunakanlah posisi itu dengan baik.
Bukan untuk membuat orang lain
merasa berada di bawah,
melainkan untuk membuat mereka
merasa bahwa dirinya tetap berarti.
Sebab kursi bisa berganti,
jabatan bisa berakhir,
dan nama kita suatu hari mungkin tidak lagi disebut.
Tetapi kebaikan yang pernah kita berikan
dan cara kita memperlakukan seseorang
bisa tinggal jauh lebih lama
daripada jabatan itu sendiri.