dengan cara yang kita tahu
dan diam-diam, itu sudah cukup
tidak selalu kita paham
bagaimana menampung segala yang datang
kadang hari datang membawa dua wajah:
bahagia yang singgah sebentar,
dan kecewa yang enggan pergi
kita belajar memberi tempat untuk keduanya,
meski hati sering tak siap
tapi kita tetap hadir
tetap merasa
tetap memilih berharap
bukan karena mudah,
melainkan karena harap
adalah satu-satunya yang tinggal
saat yang lain perlahan berubah dan menjauh
dan kasih sayang,
selalu menjadi jalan pulang
ke ruang paling dalam
yang berbisik pelan:
kita ini
sudah cukup
sebagaimana adanya.