Senin, 11 Mei 2026

Belajar Bukan Siapa-Siapa

Aku sedang belajar
merasa bukan siapa-siapa,
merasa belum cukup,
belum sepenuhnya layak.
Dan perlahan aku mengerti,
bahwa rasa belum layak
tidak selalu buruk.

Kadang ia hadir
untuk menjaga hati tetap rendah,
agar tidak mudah merasa paling baik,
dan agar tetap sadar
bahwa diri ini masih harus belajar.

Namun aku juga belajar
untuk tidak menunggu sempurna
baru mulai melangkah.
Karena jika terus menunggu tanpa cela,
yang tumbuh hanya keraguan
dan penundaan.

Ternyata keberanian
tidak selalu datang dari rasa yakin.
Kadang ia lahir
saat hati masih takut,
namun tetap memilih berjalan.

Dan langkah kecil yang jujur
lebih berarti
daripada diam
dengan rasa percaya diri yang semu.

Aku percaya,
ukuran Sang Pencipta
tidak selalu sama
dengan ukuran manusia.
Apa yang terlihat kecil di mata dunia,
bisa saja bernilai besar di hadapan-Nya.

Karena yang dilihat
bukan hanya hasil akhirnya,
melainkan hati
yang terus berusaha menjadi lebih baik.

Merawat Pekerjaan

Pernah terpikir,
pekerjaan yang dijalani hari ini
yang mungkin terasa biasa,
atau bahkan melelahkan
adalah sesuatu yang diam-diam
diinginkan oleh orang lain.

Ada yang pernah mencoba,
pernah berusaha dengan sungguh-sungguh,
mengetuk banyak pintu,
menunggu dengan penuh harap
namun kesempatan
belum juga singgah di tempatnya.

Sementara yang kini ada di genggaman,
sering kali terasa ringan nilainya,
hanya karena sudah terbiasa dijalani.

Padahal di balik itu,
ada rezeki yang mengalir,
ada kebutuhan yang terpenuhi,
ada peran yang tetap berarti.

Maka jangan dipandang sekadar rutinitas,
jangan disikapi dengan keluh yang berlebihan.

Rawat dengan rasa syukur,
jalani dengan sungguh-sungguh,
dan hargai setiap prosesnya.

Sebab tidak semua orang
diberi kesempatan yang sama
dan tidak semua yang menunggu
akhirnya bisa merasakan.

Menutup Dengan Kebaikan

segelap apa pun masa lalu
setiap diri
diam-diam ingin menutupnya
dengan kebaikan
berharap
yang akan datang
lebih lapang
lebih terang

maka tak perlu membuka
apa yang orang lain
ingin simpan rapat
bukankah setiap hati
punya cerita
yang tak ingin diulang
atau diperdengarkan kembali

biarlah yang telah lalu
menjadi urusan antara dirinya
dan Yang Maha Mengetahui
dan untuk hati
yang masih terasa lelah
yang sesekali kembali
pada bayang-bayang lama
tenangkanlah perlahan

tak semua harus diselesaikan
dalam satu waktu
ada yang cukup
diserahkan
ada yang cukup
dipercayakan

sementara diri melangkah
melakukan yang mampu
kebaikan demi kebaikan
meski kecil
meski sederhana
biarkan sisanya
ditata oleh-Nya

sebab yang mengatur masa depan
bukan hanya usaha
melainkan juga kehendak
yang selalu tahu
apa yang terbaik

maka tetap berjalan
meski pelan
dan percaya
bahwa yang diperbaiki hari ini
akan menjadi jawaban
untuk hari esok

Minggu, 10 Mei 2026

Peran

Dalam hidup ini,
setiap orang datang
dengan perannya masing-masing.

Ada yang dilahirkan
untuk menghadapi banyak badai,
melewati jalan yang tidak mudah,
dan belajar kuat
dari hal-hal yang pernah menjatuhkannya.

Ada yang hadir
untuk berjalan di sampingnya,
menjadi tenang
di tengah gelombang,
menjadi tempat pulang
saat dunia terasa melelahkan.

Ada pula yang hanya melihat,
mendengar,
lalu diam-diam belajar
dari setiap cerita
yang ia saksikan.

Sebab hidup memang begitu
setiap orang membawa perjalanan yang berbeda,
dengan waktunya sendiri-sendiri.

Tidak semua harus berada
di titik yang sama.
Tidak semua harus memahami
jalan yang sedang dilalui orang lain.

Kadang seseorang sedang diuji
agar hatinya tumbuh lebih kuat.
Kadang seseorang dipertemukan
agar belajar tentang sabar,
tentang ikhlas,
atau tentang arti hadir bagi sesama.

Dan anehnya,
hal-hal yang dulu terasa berat
sering kali baru dipahami maknanya
setelah waktu berlalu.

Begitulah hidup berjalan.
Ada yang datang untuk menguatkan,
ada yang datang untuk mengajarkan,
ada pula yang hadir
sekadar meninggalkan pelajaran
yang tak terlupakan.

Namun tidak ada yang benar-benar sia-sia.
Semua punya tempatnya,
punya waktunya,
punya perannya masing-masing.

Dan di antara semua yang terjadi,
kita hanya sedang belajar
menjalani bagian hidup
yang telah ditetapkan untuk kita.

Sabtu, 09 Mei 2026

Setelah Kehilangan

Memang benar,
setelah kehilangan, hidup tak pernah benar-benar sama.

Ada ruang yang berubah,
ada bagian yang terasa kosong,
dan tidak semua bisa digantikan
oleh apa pun di dunia ini.

Kadang kita tetap tertawa,
tetap menjalani hari seperti biasa,
namun di dalam hati
ada rindu yang tetap tinggal.

Dan itu wajar.
Karena kehilangan seseorang yang berarti
bukan sesuatu yang selesai hanya oleh waktu.

Namun hidup tidak berhenti di sana.
Masih ada langkah yang harus diteruskan,
masih ada perjalanan yang belum selesai,
dan masih ada harapan
yang layak diperjuangkan.

Perlahan kita belajar berjalan
dengan hati yang pernah patah,
belajar menerima
bahwa tidak semua yang dicintai
bisa tinggal selamanya.

Meski begitu,
bukan berarti hidup kehilangan makna.
Justru dari kehilangan,
kita belajar menghargai waktu,
menghargai kebersamaan,
dan memahami betapa berharganya kehadiran.

Pada akhirnya,
hidup ini memang sementara.
Kita semua sedang menjalani perjalanan,
menuju tempat pulang
yang sesungguhnya.

Maka selama masih diberi waktu,
peluk yang masih ada,
jaga yang masih bersama,
dan teruslah melangkah
dengan doa,
dengan harapan,
dan dengan hati yang tetap hidup.