Senin, 22 Juni 2026

Jangan Membenci Gelap

Tanpa hadirnya gelap,
mungkin kita tak akan benar-benar mengerti
betapa berharganya cahaya.

Tanpa hari-hari yang berat,
mungkin kita tak akan begitu menghargai
ketenangan yang sederhana.

Sebab hidup tidak selalu
berjalan dalam terang.
Ada saat ketika jalan terasa samar.
Ada saat ketika hati harus belajar bersabar.
Dan ada masa-masa
yang baru dapat dipahami maknanya
setelah semuanya berlalu.

Maka jangan terlalu membenci
musim-musim yang gelap.
Sebab sering kali,
justru dari sanalah
kita belajar menghargai cahaya,
mensyukuri nikmat yang kecil,
dan memahami bahwa
setelah malam yang panjang,
akan selalu ada pagi yang terang.

Makan

Kita belajar makan
tanpa merebut piring orang lain
meski pernah,
piring kita diambil tanpa sisa.

Ada luka yang dulu terasa tidak adil,
ada perih yang sempat membuat kita
ingin membalas dengan cara yang sama.

Namun tidak semua yang pernah terjadi
harus diulang kembali.

Kita bisa tetap memilih cukup,
tanpa harus mengambil milik orang lain.
Kita bisa tetap tenang,
tanpa harus mengembalikan luka dengan luka.

Karena yang menjaga kita utuh
bukan apa yang kita ambil,
melainkan apa yang kita pilih
untuk tidak lakukan.

Dan mungkin,
di situlah letak kekuatan
saat kita tetap baik,
meski pernah diperlakukan sebaliknya.

Langkah Baru

Bismillah,
untuk segala sesuatu
yang sedang diusahakan,
untuk cerita yang perlahan sedang dimulai.
Jalan yang ditempuh
barangkali tidak selalu mudah.
Ada yang berliku,
ada yang panjang,
dan ada hari-hari
yang mengajarkan kesabaran.

Namun di sepanjang perjalanan itu,
selalu ada kebaikan
yang datang dengan caranya sendiri.
Selalu ada hal-hal sederhana
yang kelak dikenang dengan senyum.
Maka nikmatilah hari-hari
dengan hati yang tenang.
Jalanilah dengan bahagia,
tanpa terlalu tergesa-gesa.
Tak perlu khawatir
jika semuanya belum langsung sempurna.
Sebab segala sesuatu
memiliki waktunya sendiri
untuk bertumbuh.

Dan mudah-mudahan,
setiap langkah yang diambil
dipenuhi dengan kemudahan.
Dijauhkan dari pandangan
yang dipenuhi iri dan dengki,
dan dijaga dari hati-hati
yang merasa terganggu
oleh pertumbuhan orang lain,
meski tak pernah ada perlombaan
yang sedang dijalani.

Didekatkan dengan orang-orang
yang saling menguatkan,
yang ikut berbahagia
melihat sesamanya bertumbuh,
yang tidak sibuk membandingkan,
dan tidak merasa berkurang
hanya karena orang lain berkembang.
Sebab perjalanan ini
tidak harus dijalani sendirian.

Dan betapa hangatnya,
ketika di sepanjang jalan,
masih ada orang-orang baik
yang saling menjaga,
saling mendukung,
dan bertumbuh bersama
tanpa perlu saling mengalahkan.

Bismillah. 
Untuk segala kebaikan
yang perlahan sedang menunggu
di depan sana.

Minggu, 21 Juni 2026

Ramai Di Malam Hari

Untuk mereka
yang pikirannya sering ramai
di malam hari.

Ketika dunia mulai tenang,
dan banyak hal
perlahan berhenti,
tiba-tiba saja
yang telah lama berlalu
datang kembali.

Kenangan yang sempat jauh,
entah bagaimana
menjadi terasa dekat.

Ada percakapan yang teringat,
ada nama-nama yang pernah mengisi hari,
ada kebersamaan yang pernah hadir,
atau keputusan-keputusan
yang dulu pernah dibuat
dengan segala harap dan kecewanya.

Siang hari
segala terlihat baik-baik saja.
Tawa tetap ada,
pekerjaan tetap berjalan,
dan kata-kata terucap
seperti biasanya.

Namun malam
punya caranya sendiri
membuat hati lebih jujur.
Di dalam hening,
kita tak lagi terlalu sibuk
menyembunyikan perasaan.

Dan sering kali,
pikiran mulai berjalan
lebih jauh dari yang seharusnya.

Satu kenangan
mengundang kenangan yang lain.
Satu pertanyaan
melahirkan banyak kemungkinan.

Lalu tanpa sadar,
kita mengulang percakapan yang telah selesai,
memikirkan hal-hal yang tak dapat diubah,
dan mencari jawaban
atas sesuatu yang mungkin
tak pernah benar-benar membutuhkan jawaban.

Dan mungkin,
tidak apa-apa begitu.
Sebab menjadi manusia
adalah juga tentang sesekali
terlalu banyak berpikir.

Namun jangan biarkan
pikiran yang ramai itu
membuatmu lupa beristirahat.

Tak semua hal
harus diselesaikan malam ini.
Tak semua yang belum dipahami
harus segera menemukan arti.

Ada hal-hal
yang hanya membutuhkan waktu.
Ada yang perlahan menjadi ringan
bukan karena terus dipikirkan,
melainkan karena pelan-pelan diterima.
Maka jangan terlalu keras
kepada dirimu sendiri.

Jika malam ini pikiranmu masih ramai,
biarkan ia pelan-pelan tenang.
Karena pada akhirnya,
bahkan malam yang panjang pun
tak pernah lupa
mempersilakan pagi datang.

Dan bersama cahaya yang baru,
selalu ada harapan
yang diam-diam tetap hidup,
serta kesempatan
untuk melanjutkan hari
dengan hati yang lebih lembut.

Hidup Hanya Sekali

Hidup ini hanya sekali.
Maka jangan biarkan ia berlalu
hanya untuk sekadar menghitung hari.

Jalanilah dengan sepenuh hati.
Nikmati hal-hal yang sederhana.
Syukuri orang-orang yang masih ada.
Berbuat baik selagi mampu.

Dan jangan pernah lelah
menghadirkan kehangatan
bagi sesama.

Sebab pada akhirnya,
yang membuat hidup menjadi berarti
bukanlah banyaknya yang kita miliki,
melainkan banyaknya kebaikan
yang sempat kita tinggalkan
di dalam hati orang lain.

Dan ketika suatu hari
kita menoleh ke belakang,
semoga yang tertinggal
bukan hanya jejak langkah yang pernah dilalui,
melainkan juga kenangan bahwa
kita pernah hidup dengan tulus,
pernah mencintai,
pernah memberi,
dan pernah membuat dunia ini
sedikit lebih hangat
hanya dengan menjadi diri kita sendiri.

Karena sering kali,
hidup yang berarti
bukanlah hidup yang paling gemerlap,
melainkan hidup yang kehadirannya
membuat orang lain merasa
sedikit lebih tenang,
sedikit lebih kuat,
dan sedikit lebih bersyukur.