yang paling sulit barangkali bukan menahan marah,
melainkan memilih untuk tidak menjadi
seperti apa yang telah menyakiti kita.
Ada perlakuan yang memang meninggalkan luka.
Ada kata-kata yang terus teringat,
ada sikap yang membuat kita bertanya
mengapa harus diperlakukan seperti itu.
Wajar jika hati ingin membalas,
ingin membuatnya merasakan sakit yang sama.
Namun tidak semua luka harus dibalas dengan luka.
Tidak semua keburukan perlu kita teruskan
hanya karena kita pernah menerimanya.
Kadang,
kekuatan justru terlihat ketika kita mampu berhenti
sebelum rasa sakit mengubah cara kita
memperlakukan orang lain.
Kita boleh kecewa.
Boleh menjaga jarak.
Boleh memilih untuk tidak lagi memberi tempat
kepada seseorang yang terus melukai.
Tetapi jangan biarkan perbuatannya
mengambil sesuatu yang baik dari dalam dirimu.
Sebab membalas mungkin
membuat hati lega untuk sesaat,
tetapi memilih tetap baik adalah cara untuk menjaga
agar luka itu tidak menentukan siapa kita selanjutnya.
Mungkin kita tidak bisa memilih
bagaimana orang lain memperlakukan kita,
tetapi kita masih bisa memilih
bagaimana hati kita menjawabnya.