Senin, 04 Mei 2026

Rumah Sakit Mengajarkan

Rumah sakit
mengajarkan banyak hal
yang sering luput kita sadari.

Tentang betapa rapuhnya
yang kita sebut kehidupan normal.
Tentang bagaimana satu kabar
bisa mengubah segalanya
dalam sekejap.

Hal-hal yang biasanya terasa biasa,
tiba-tiba menjadi begitu berarti
waktu, kebersamaan,
dan kehadiran orang-orang yang kita sayangi.

Di ruang tunggu,
waktu terasa berjalan lambat,
dipenuhi harap dan cemas
yang bercampur tanpa arah.
Namun di balik pintu perawatan,
waktu justru terasa berlari,
seakan tak memberi cukup kesempatan.

Di sana,
terlihat orang-orang yang mulai berdoa,
meski sebelumnya jarang melakukannya.
Terlihat pula orang asing
yang saling menguatkan,
seperti keluarga yang tak saling mengenal sebelumnya.

Dan dari semua itu,
perlahan disadari
bahwa sehat bukan sekadar penting,
melainkan segalanya.

Bahwa memiliki waktu bersama orang terdekat
adalah hal yang tak bisa ditunda-tunda.

Maka jika hari ini
orang-orang yang kita sayangi masih sehat,
itu sudah menjadi nikmat yang besar,
sudah lebih dari cukup
untuk disyukuri.

Lebih berharga
dari apa pun yang bisa dimiliki.

Pelan-Pelan Menjadi Utuh

Hari-hari tak selalu harus sempurna,
dan segala yang berjalan
tak harus selalu sesuai harapan.

Ada waktu
ketika langkah terasa keliru,
ketika yang dekat perlahan menjauh,
ketika hari-hari terasa lebih berat
dari yang biasa,
ketika sakit datang tiba-tiba
tanpa sempat dimengerti.

Tak apa.
Tak apa jika pernah salah,
tak apa jika masih belajar,
tak apa jika harus melewati
hal-hal yang tak diinginkan.

Sebab dari sana,
perlahan diri mulai dikenali
bukan hanya dari yang baik-baik,
tetapi juga dari yang rapuh
dan belum selesai.

Ada proses yang sedang bekerja,
diam-diam membentuk,
melalui kekurangan,
melalui jatuh dan bangkit
yang silih berganti.

Dan mungkin,
di situlah kita bertumbuh
bukan saat segalanya sempurna,
melainkan saat tetap berjalan,
meski belum sepenuhnya mengerti.

Sabtu, 02 Mei 2026

Kepedulian Kecil

ada satu momen
yang mampu meruntuhkan segala pura-pura kuat
ketika seseorang datang
tanpa banyak kata
lalu bertanya pelan
kamu sedang tidak baik-baik saja ya

seakan ia membaca
halaman yang selama ini ditutup rapat
saat yang lain
hanya melihat senyum di permukaan

di situ
yang ditahan lama
perlahan runtuh
sebab dipahami
tanpa harus menjelaskan
adalah bentuk lega
yang jarang ditemui

biasanya
yang mampu melihat sedalam itu
pernah berjalan di jalan yang serupa
ia mengenali lelah
dari tatapan yang sayu
dari napas yang berat
dari diam yang terlalu panjang

dan di antara kisah
tentang kepedulian
pernah terucap sebuah kalimat sederhana
jangan bersedih

di ruang sempit
di saat keadaan genting
di tengah ancaman yang nyata
tetap ada yang ditenangkan
tetap ada hati yang dijaga

seolah mengajarkan
bahwa peduli
tak menunggu keadaan menjadi ringan
ia hadir justru
di saat segalanya terasa berat

maka jika suatu saat
bertemu dengan yang mampu melihatmu
tanpa banyak tanya
ingatlah itu baik-baik

sebab tak semua orang
punya kelembutan
untuk benar-benar memperhatikan
dan jika mampu
jadilah seperti itu
meski diri sendiri
sedang lelah

sebab dunia mungkin tak selalu ramah
namun kepedulian kecil
bisa menjadi tempat pulang
bagi hati yang hampir runtuh

Sejatinya Hidup Kadang-Kadang

Sejatinya hidup berjalan bergantian.

Ada saat hati terasa bahagia,
lalu datang hari yang penuh sedih.
Ada waktu senyum terasa mudah,
dan ada waktu air mata jatuh diam-diam.

Kadang tubuh terasa kuat,
kadang perlu berhenti sejenak.
Kadang beraktifitas penuh energi,
kadang beristirahat di rumah sakit.
Kadang jalan terasa lapang,
kadang terasa sempit dan berat.

Tidak ada yang menetap selamanya.
Semua datang dan pergi,
mengisi hari dengan caranya.

Hidup tidak selalu indah,
namun juga tidak terus-menerus buruk.

Maka jalani saja perlahan,
nikmati yang hadir,
dan sabari yang belum sesuai.

Karena setiap fase punya waktunya,
dan semua akan berganti
pada gilirannya.

Hal Baik Dan Ujian Kesabaran

Kadang hal baik datang,
hadir membawa rasa yang menyenangkan.
Kadang juga hal yang tidak diharapkan muncul,
menguji kesabaran tanpa aba-aba.

Hidup memang berjalan seperti itu
tidak selalu sesuai keinginan,
tidak selalu mudah dipahami.

Yang bisa dijaga hanyalah sikap di dalamnya:
bersyukur saat kebaikan hadir,
dan bersabar saat keadaan terasa berat.

Ada hal-hal yang tak perlu diberi banyak ruang,
tak perlu dipikirkan terlalu dalam.
Cukup disadari, lalu dilewati perlahan.

Jaga apa yang baik tetap tinggal,
rawat hal-hal yang memberi makna.
Terus hadirkan kebaikan,
walau sederhana dan tanpa banyak suara.

Dan untuk yang tidak membawa arah,
biarkan ia berlalu begitu saja
tanpa harus diikuti,
tanpa harus disimpan,
dan dijalani dengan hati yang ikhlas