Barangkali,
kita tidak harus selalu menunggu jeda
untuk merasa bahagia.
Mengapa tidak kita ciptakan kehidupan
yang begitu kita cintai,
sehingga setiap hari
punya alasan untuk disyukuri?
Bukan berarti hidup harus selalu mudah.
Justru mungkin,
mencintai diri sendiri bukan tentang menjauh
setiap kali kehidupan terasa berat,
melainkan tentang berani
menghadapi apa yang perlu diselesaikan,
lalu belajar menjadi seseorang
yang lebih baik setelah melewatinya.
Jika hidup adalah laut,
maka masalah adalah gelombang
yang datang bergantian.
Tidak semuanya harus dilawan.
Ada yang perlu dilewati,
ada yang perlu diarungi,
dan ada yang mengajarkan kita
bagaimana menjaga arah ketika air sedang tidak tenang.
Sebab tidak mungkin kita menjadi pelaut yang tangguh
hanya dengan duduk di tepi pantai,
menunggu laut menjadi tenang.
Kita belajar berlayar
justru ketika ombak datang.
Dengan sabar,
dengan keberanian,
dan dengan rasa syukur karena masih diberi kesempatan
untuk melanjutkan perjalanan.
Maka jangan hanya mencari kehidupan
yang membutuhkan jeda untuk bisa menikmatinya.
Bangunlah kehidupan yang tetap ingin kamu jalani,
bahkan setelah hari-hari yang panjang,
karena di dalamnya ada pekerjaan yang bermakna,
orang-orang yang berarti,
dan hati yang perlahan belajar berkata:
ternyata hidup ini,
meski tidak selalu mudah,
tetap layak untuk dicintai.arangkali,
kita tidak harus selalu menunggu jeda
untuk merasa bahagia.
Mengapa tidak kita ciptakan kehidupan
yang begitu kita cintai,
sehingga setiap hari
punya alasan untuk disyukuri?
Bukan berarti hidup harus selalu mudah.
Justru mungkin,
mencintai diri sendiri bukan tentang menjauh
setiap kali kehidupan terasa berat,
melainkan tentang berani
menghadapi apa yang perlu diselesaikan,
lalu belajar menjadi seseorang
yang lebih baik setelah melewatinya.
Jika hidup adalah laut,
maka masalah adalah gelombang
yang datang bergantian.
Tidak semuanya harus dilawan.
Ada yang perlu dilewati,
ada yang perlu diarungi,
dan ada yang mengajarkan kita
bagaimana menjaga arah ketika air sedang tidak tenang.
Sebab tidak mungkin kita menjadi pelaut yang tangguh
hanya dengan duduk di tepi pantai,
menunggu laut menjadi tenang.
Kita belajar berlayar
justru ketika ombak datang.
Dengan sabar,
dengan keberanian,
dan dengan rasa syukur karena masih diberi kesempatan
untuk melanjutkan perjalanan.
Maka jangan hanya mencari kehidupan
yang membutuhkan jeda untuk bisa menikmatinya.
Bangunlah kehidupan yang tetap ingin kamu jalani,
bahkan setelah hari-hari yang panjang,
karena di dalamnya ada pekerjaan yang bermakna,
orang-orang yang berarti,
dan hati yang perlahan belajar berkata:
ternyata hidup ini,
meski tidak selalu mudah,
tetap layak untuk dicintai.