Rabu, 20 Mei 2026

Love, Mama

Aku pernah membuatnya kecewa, 
bahkan lebih dari sekadar itu.

Namun esok paginya ia tetap bangun lebih dulu, 
menyiapkan sarapan seolah tak ada yang retak.

Tak ada pidato panjang, 
tak ada wajah yang menuntut balas. 
Hanya piring hangat di meja, 
dan kasih yang tak pandai berhitung.

Begitulah Mama, 
memaafkan tanpa banyak suara, 
mencintai tanpa syarat yang rumit.

Love, Mama.

Tidak ada komentar: