Minggu, 17 Mei 2026

Sore

sore adalah waktu ketika langit tidak lagi sibuk membuktikan dirinya terang.
ia perlahan belajar meredup tanpa kehilangan keindahannya.

dan mungkin manusia juga begitu.

pagi sering membawa ambisi,
siang dipenuhi tuntutan dan persaingan,
tetapi sore mengajarkan hal yang berbeda—
tentang jeda, tentang kembali pada diri sendiri, tentang belajar cukup.

sore menjadi ruang pulang bagi jiwa yang terlalu lama dipenuhi suara.
tempat untuk berhenti sejenak dari keinginan menjadi “lebih”,
dan mulai menerima bahwa menjadi manusia saja sudah cukup.

manusia yang sehat bukan yang selalu terlihat kuat,
melainkan yang mampu duduk dengan dirinya sendiri
tanpa merasa harus lari dari apa yang ia rasakan.

sore mengajarkan pelan-pelan,
bahwa melambat tidak selalu berarti tertinggal.

ada sesuatu yang lembut di dalamnya.
ia menandai akhir hari,
namun justru di waktu itu langit sering terlihat paling jujur keindahannya.

seperti hidup,
yang setelah lelah, gagal, dan patah,
perlahan mulai memperlihatkan sisi yang lebih jujur dan sederhana.

maka sore bukan hanya waktu.
ia adalah cara memandang hidup:
lebih pelan,
lebih lembut pada diri sendiri,
dan lebih berani menerima proses yang sedang berjalan.

karena pada akhirnya,
jiwa tidak selalu membutuhkan jawaban.
kadang ia hanya perlu ditemani,
dalam tenang yang tidak terburu-buru.

Tidak ada komentar: