Kamis, 30 April 2026

Tenang Di Dalam Badai

Ia tampak tenang di luar
ucapannya terukur,
langkahnya tetap rapi,
seolah tidak ada yang sedang terjadi.

Padahal di dalam,
kepalanya penuh oleh suara yang tak berhenti,
pikiran saling bertabrakan,
mencari jawaban
atas sesuatu yang terasa tidak adil.

Hatinya pun tidak benar-benar tenang.
Ada badai yang terus berputar,
menahan marah,
menahan luka,
menahan hal-hal
yang tidak sempat ia tunjukkan.

Orang lain melihatnya baik-baik saja,
mengira ia kuat tanpa celah.
Padahal yang terjadi
adalah ia sedang menahan semuanya
agar tidak runtuh di hadapan siapa pun.

Didzalimi tidak selalu terlihat jelas.
Tidak selalu terdengar keras.
Kadang justru tampak biasa saja,
namun di dalamnya penuh tekanan
yang tidak semua orang pahami.

Dan bertahan dalam keadaan seperti itu
bukan hal kecil.
Ia adalah perjuangan yang berat,
yang hanya benar-benar dimengerti
oleh yang menjalaninya sendiri
dan orang yang peduli dengannya.

Tidak ada komentar: