Belajarlah diam
sebagaimana dahulu engkau belajar bicara.
Karena tidak setiap kata
membawamu pada kebaikan.
Dan ketika ucapan tak lagi membimbing,
diam sering kali menjadi penjaga terbaik.
Dalam diam, ada ruang untuk mendengar.
Ada kesempatan untuk menyerap ilmu
dari mereka yang lebih tahu,
tanpa sibuk ingin terlihat tahu.
Dalam diam pula,
engkau terhindar dari perdebatan
yang hanya ingin menang,
bukan ingin benar.
Sebab tak semua yang pandai berbicara
pandai menuntun arah.
Diam bukan kalah.
Ia adalah cara merawat diri
agar tidak terjatuh oleh kata-kata sendiri.
Dan kadang,
dari diam yang tulus,
lahir kebijaksanaan
yang tak pernah bisa dikejar
oleh suara yang terlalu tergesa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar