untuk diam ketika diperlakukan tidak adil.
Seseorang bisa tetap baik,
dan tetap berani menegur yang keliru.
Bisa tetap tenang,
namun tidak membiarkan dirinya direndahkan.
Ada batas yang perlu dijaga,
dan menjaganya
tidak menghilangkan nilai kebaikan itu sendiri.
Sebab kebaikan
bukan selalu tentang mengalah,
bukan selalu tentang menerima semuanya
tanpa pertanyaan.
Kadang kebaikan justru hadir
dalam bentuk ketegasan,
dalam keberanian berkata cukup,
dalam sikap yang melindungi
apa yang seharusnya tidak disakiti.
Menjadi baik
bukan berarti harus selalu lembut.
Ada saatnya tegas,
ada saatnya kuat,
bahkan ketika itu terlihat tidak menyenangkan bagi orang lain.
Karena pada akhirnya,
kebaikan adalah tentang melakukan yang benar—
meski tidak selalu dipahami,
meski tidak selalu disukai.
Dan hati yang baik
bukanlah alasan
untuk diperlakukan semaunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar