Langit di atas sana
tak pernah meminta izin
untuk menjadi luas
lalu mengapa pikiran kita
sering memilih sempit?
Sering kali batas itu
bukan datang dari dunia,
melainkan dari dalam diri sendiri,
dari ragu yang dipelihara,
dari takut yang terlalu dibesarkan.
Padahal kemungkinan
selalu ada,
jalan selalu terbuka,
hanya saja kita kerap
terburu-buru menutupnya
sebelum mencoba.
Cobalah memberi ruang,
pada cara pandang yang berbeda,
pada hal-hal yang belum dipahami,
pada kemungkinan yang belum terjadi.
Biarkan pikiran belajar lapang,
seperti sesuatu yang mampu
menerima datang dan pergi
tanpa harus menguasai semuanya.
Sebab saat pikiran tak lagi sempit,
hati ikut tenang,
dan langkah pun
menemukan arahnya sendiri
tanpa terlalu banyak takut
yang sebenarnya belum tentu nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar