Selasa, 28 April 2026

Tidak Semua Harus Terlihat

Tawanya terdengar lepas,
namun ada yang ia simpan rapat di dalam.
Wajahnya tenang,
seolah tak pernah goyah,
padahal hatinya berkali-kali belajar menahan.

Ada yang ia tata dengan rapi di hadapan dunia
gerak, kata, bahkan senyum yang renyah
sementara di dalam,
ada bagian-bagian yang belum sempat pulih.

Ia terbiasa menelan tangis sendiri,
menyimpan lelah tanpa banyak suara,
melanjutkan hari
seakan semuanya baik-baik saja.

Bukan karena tak merasa,
melainkan karena ia tahu
tidak semua harus terlihat.

Ia pun menjadi pandai dan mahir
merapikan yang retak,
menyulam luka menjadi tawa,
menjadikan rapuhnya
tetap tampak utuh.

Dan dunia,
cukup melihat apa yang selesai di permukaan,
tanpa pernah benar-benar mengerti
bagaimana ia berkali-kali jatuh
sebelum akhirnya bisa berdiri lagi 
dan tetap menjadi hebat.

Tidak ada komentar: