Tubuhmu ada di sini,
duduk, berjalan, menatap hari.
Namun pikiranmu terus pulang ke kemarin,
atau berlari ke esok yang belum tentu datang.
Ia tidak memukul dengan keras.
Ia hanya membuat dada terasa penuh,
napas lebih pendek,
dan malam menjadi lebih panjang dari biasanya.
Saat pikiran terus mengulang,
menimbang kemungkinan terburuk,
mencari jawaban dari hal-hal yang belum terjadi,
tubuh mengira ada bahaya.
Padahal yang datang hanya bayangan.
Sering kali ia muncul ketika lelah,
ketika kehilangan sesuatu,
atau saat hidup terasa tidak pasti.
Kita ingin memastikan semuanya aman.
Kita ingin tidak salah langkah.
Namun semakin dikendalikan,
ia justru semakin mengikat.
Barangkali yang dibutuhkan
bukan memaksa pikiran berhenti.
Bukan juga menyalahkan diri sendiri.
Cukup kembali pelan-pelan.
Kembali pada napas yang sedang masuk dan keluar.
Kembali pada detik yang sedang berjalan.
Kembali pada hidup yang nyata,
yang sedang ada di genggaman hari ini.
Karena tidak semua hal harus dijawab sekarang.
Dan tidak semua kemungkinan
perlu dipikirkan sampai habis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar