ada yang gemar
menyebut dirinya terluka
namun lupa
tangannya pernah melukai
ia bercerita panjang
tentang pedih yang ia rasa
tapi menutup rapat
bagian di mana ia menjadi sebab
seolah dunia selalu salah
seolah dirinya hanya korban
padahal jejaknya sendiri
masih tertinggal di hati orang lain
bukan semua yang merasa sakit
tak pernah menyakiti
kadang yang paling keras mengeluh
adalah yang enggan bercermin
maka sebelum menunjuk keluar
ada baiknya menoleh ke dalam
pelan-pelan mengakui
apa yang pernah dilakukan
sebab adil
bukan hanya tentang apa yang diterima
melainkan juga berani melihat
apa yang telah diberikan
dan di sana
barangkali awal dari tenang
mulai menemukan jalannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar