Sabtu, 04 April 2026

Memahami Diri

Sering kali kita pandai menjadi pendengar

bagi orang lain.


Kita tahu kapan harus diam,

kapan harus mengangguk,

kapan harus berkata pelan,

aku mengerti.


Namun saat giliran hati sendiri berbicara,

kita justru tergesa menyuruhnya tenang,

menyuruhnya kuat,

menyuruhnya diam.


Lucu ya,

kita begitu sabar pada luka orang lain,

tapi keras pada luka sendiri.


Padahal mungkin,

yang paling membutuhkan telinga itu

bukan mereka

melainkan diri yang setiap hari

berusaha terlihat baik-baik saja.


Barangkali sesekali

kita juga perlu duduk sebentar,

mendengarkan diri sendiri

tanpa menghakimi,

tanpa buru-buru menyelesaikan.


Karena memahami orang lain itu indah,

tapi memahami diri sendiri

adalah bentuk kasih yang tak kalah penting.

Tidak ada komentar: