Di negeri yang kehilangan kewarasan,
suara yang jujur
sering dianggap ancaman.
Maka kata-kata tidak lagi dibalas kata
melainkan luka.
Bahkan air keras
dijadikan jawaban untuk keberanian.
Padahal suara itu
hanya ingin mengingatkan bahwa
kebenaran masih ada.
Dan ketika orang mulai takut berbicara,
bukan hanya satu manusia
yang dilukai
tetapi hati sebuah bangsa
yang perlahan disiram oleh ketakutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar