Detik jatuh satu per satu
seperti daun yang tak
pernah bertanya
mengapa harus
meninggalkan rantingnya.
Ia tidak bersuara,
tapi kita tahu
ada yang diam-diam
berubah.
Wajah menjadi sedikit
lebih jauh dari kemarin,
dan rindu menjadi
sedikit lebih dekat dari pulang.
Detik tidak pernah
menunggu,
tapi selalu memberi
kita kesempatan
untuk merasa hidup
meski hanya sebentar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar