Senin, 02 Maret 2026

Senin yang Diam

Senin datang pelan-pelan,

seperti hujan yang lupa

di mana ia seharusnya jatuh.

 

Ia mengetuk jendela pagi,

mengajak aku bangun

tanpa suara,

tanpa janji apa-apa.

 

Di jalan menuju kerja

aku melihat bayangku sendiri

berjalan lebih dulu,

seolah ia lebih tahu

ke mana aku hendak pergi.

 

Senin,

kadang kau terasa panjang

seperti doa yang tak selesai,

kadang hanya lewat

tanpa sempat aku pahami.

 

Tapi aku tetap melangkah

sebab kau selalu datang

dengan cara paling sederhana,

dan mengingatkanku

bahwa waktu tidak pernah

berpamitan.

Tidak ada komentar: