Senin, 02 Maret 2026

Minggu yang Menggenggam Sunyi

 Minggu datang

dengan langkah paling lembut

di antara semua hari

seakan ia tahu

bahwa manusia butuh waktu

untuk menjadi pelan.

 

Ia menghamparkan cahaya

yang tidak menyilaukan,

cuma cukup

untuk membuat daun-daun

tampak lebih jujur.

 

Orang-orang berjalan

dengan hati yang sedikit lebih lapang,

membiarkan suara burung

mengisi jeda

yang biasanya terlalu penuh

oleh urusan-urusan hidup.

 

Minggu mengajariku

bahwa diam pun bisa merawat,

dan jeda adalah cara hari

menyentuh pundak kita

dengan sangat hati-hati.

 

Ketika senja mulai turun,

aku mengerti

Minggu bukan penutup,

melainkan bisikan pelan

bahwa esok segalanya

akan dimulai lagi,

dan tak apa

sebab hidup selalu menemukan

caranya sendiri

untuk kembali.

Tidak ada komentar: