Rumah,
barangkali,
bukan sekadar bangunan yang diberi dinding,
jendela,
dan pintu.
Ia tidak selalu berdiri dari batu dan kayu,
tidak selalu berada di alamat yang bisa ditulis.
Rumah lebih mirip udara yang tenang,
tempat kita bernapas tanpa rasa cemas,
tempat kita boleh menjadi diri sendiri
tanpa takut ditimbang oleh penilaian.
Di sana,
lelah boleh duduk sebentar.
Cerita boleh jatuh satu per satu
tanpa harus disusun rapi.
Bahkan diam pun tetap dipahami.
Sebab rumah yang sesungguhnya
bukan sekadar tempat untuk kembali,
melainkan suasana yang membuat hati
merasa tidak perlu pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar