Banyak laki-laki tumbuh
di bawah langit nasihat yang hampir sama:
air mata sebaiknya disimpan,
kekuatan adalah diam yang panjang,
masalah cukup disimpan sendiri.
Pelan-pelan mereka belajar
menyimpan perasaan seperti awan
yang menahan hujan di langitnya sendiri.
Sedih dipendam,
takut disembunyikan,
lelah dianggap sesuatu yang biasa saja.
Padahal bercerita bukanlah tanda lemah.
Ia hanya cara hati
mencari ruang untuk bernapas.
Mengakui bahwa diri kadang rapuh
bukan membuat seseorang berkurang,
justru membuatnya lebih manusia.
Cerita itu pun tak harus kepada banyak orang.
Kadang cukup satu tempat yang terasa aman,
satu orang yang mau mendengar tanpa menghakimi.
Sedikit demi sedikit saja,
seperti membuka jendela
agar udara bisa masuk perlahan.
Dan barangkali,
jika lebih banyak laki-laki berani melakukan itu,
akan ada lebih banyak hati
yang mengenal dirinya dengan lebih baik,
lebih tenang,
lebih utuh,
dan lebih lembut bagi orang-orang di sekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar