Aku sedang belajar
merasa bukan siapa-siapa,
merasa belum cukup,
belum layak.
Dari sana aku mengerti,
rasa belum layak bukan kelemahan,
melainkan penjaga agar hati tetap rendah.
Ia menahan kesombongan yang sering tumbuh diam-diam.
Aku pun belajar tak menunggu sempurna untuk melangkah.
Sebab jika menunggu tanpa cela,
yang tumbuh hanya penundaan.
Keberanian kadang lahir dari takut.
Melangkah dalam gemetar,
lebih jujur daripada diam dalam percaya diri yang rapuh.
Proses memperbaiki diri lebih penting
daripada sekadar terlihat pantas.
Orang-orang besar pun pernah merasa kecil,
namun mereka tetap berjalan.
Setiap langkah kecil tetap berarti.
Tak ada yang sia-sia bagi yang terus bergerak.
Standar Allah tak selalu sama dengan ukuran manusia.
Yang tampak kecil di mata banyak orang,
bisa saja bernilai besar di hadapan-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar