Rumah,
kadang tidak perlu dijelaskan.
Ia bukan hanya dinding
atau atap yang melindungi,
melainkan ruang yang diam-diam
menyimpan banyak hal
yang tak tergantikan.
Di sana,
waktu pernah berjalan
dengan sederhana
tawa yang tak dibuat-buat,
langkah yang akrab terdengar,
percakapan yang mungkin
dulu terasa biasa saja.
Namun perlahan,
semua itu berubah
menjadi sesuatu yang tinggal
lebih lama di dalam hati.
Seperti puisi
yang tidak selalu panjang,
tidak selalu indah di awal,
namun penuh makna
bagi yang pernah membacanya.
Dan rindu,
datang tanpa banyak suara
membuka kembali
halaman-halaman itu
yang pernah kita jalani.
Tiba-tiba saja
yang jauh terasa dekat,
yang lama terasa hangat.
Barangkali memang begitu
rumah tidak pernah benar-benar pergi.
Ia menetap
di dalam ingatan,
dan setiap kali rindu datang,
kita seperti kembali pulang,
meski hanya lewat rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar