Hati-hati, ya.
Jangan sampai kita menjadi alasan
seseorang berdoa sambil menangis.
Nama kita disebut dalam sujud yang panjang,
dalam lirih yang penuh sesak,
bukan karena rindu,
melainkan karena luka yang kita beri.
Kadang kita merasa ucapan itu biasa saja.
Sikap itu sepele saja.
Tapi bagi orang lain,
ia bisa tinggal lama di dada.
Hiduplah dengan baik.
Bertumbuhlah dengan cara yang lembut.
Tak perlu selalu menjadi yang paling benar,
cukup menjadi yang tidak menyakiti.
Karena hati yang terluka sering pulang kepada doa.
Dan doa orang yang teraniaya
tidak pernah benar-benar sia-sia.
Jika tak mampu membahagiakan banyak orang,
setidaknya jangan menjadi sebab air mata
yang jatuh diam-diam di malam hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar