Untuk kamu
yang diam-diam masih bertanya,
sampai kapan?
Ada hari-hari
yang terasa panjang sekali—
lelah bukan hanya di tubuh,
tetapi juga menetap di pikiran.
Senyum terasa mahal,
doa seperti menggantung
di langit
yang belum memberi jawaban.
Kadang kamu berkata pelan
pada diri sendiri:
mungkin ini yang terakhir.
Namun pagi datang lagi
dengan beban yang tidak selalu
lebih ringan.
Lalu muncul kalimat
yang menguji hatimu:
aku tidak sanggup lagi.
Tapi percayalah,
itu bukan tanda kamu lemah.
Itu hanya tanda
bahwa kamu manusia
yang sudah terlalu lama
berjuang.
Hari ini
kamu boleh mengakui lelah.
Namun jika kamu melihat
lebih dalam,
ada satu hal
yang mungkin luput disadari:
kamu masih berdiri.
Mungkin masalahnya
belum selesai,
tetapi dirimu
tidak lagi sama.
Ada hati
yang kini lebih tahu
cara menenangkan luka,
lebih mengerti
cara bertahan lebih lama.
Maka mungkin
pertanyaannya perlahan berubah—
bukan lagi
sampai kapan ini berakhir,
melainkan:
*sejauh apa aku
sudah bertumbuh
di dalamnya.*
Sebab bertanya
bukan berarti kehilangan percaya.
Sering kali
itu hanya jeda kecil
sebelum seseorang
menemukan kembali
kekuatan untuk berjalan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar