Berdamai dengan takdir
adalah pilihan yang paling menenangkan.
Ketika hati belajar menerima
apa yang telah digariskan,
pertanyaan-pertanyaan perlahan mereda.
Bukan karena semuanya mudah,
tetapi karena jiwa tak lagi melawan.
Apa yang datang diterima dengan lapang.
Apa yang pergi dilepas dengan sabar.
Dan saat kau sungguh menerima,
kau tak lagi sibuk mempersoalkan
kau hanya melangkah,
dengan hati yang lebih tenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar