Di hari raya,
ada langkah-langkah
yang kembali diarahkan pulang.
Bukan hanya ke rumah,
tetapi ke hati
yang lama tidak disapa.
Silaturahmi hadir
dalam genggaman tangan,
dalam senyum yang saling menemukan,
dalam kata maaf
yang diucapkan dengan pelan
namun terasa dalam.
Ada jarak yang luruh,
ada rindu yang akhirnya
menemukan tempatnya.
Yang dulu mungkin sempat renggang,
perlahan dirajut kembali
tanpa banyak syarat,
hanya dengan niat
untuk saling mendekat.
Sebab hari raya
bukan sekadar perayaan,
melainkan waktu
untuk kembali mengingat
bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri.
Ada keluarga,
ada saudara,
ada hati-hati
yang tetap terhubung
meski sempat berjauhan.
Dan di antara semua itu,
silaturahmi menjadi cara sederhana
untuk saling menjaga
agar kebersamaan
tidak hanya datang sesaat,
tetapi tinggal
lebih lama di dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar