Ada satu hal
yang pelan-pelan terasa dalam hidup:
semakin jujur seseorang,
semakin tidak semua orang
merasa nyaman.
Sejak kecil kita diajarkan
bahwa kejujuran itu baik
ia adalah nilai,
ia adalah dasar
sebuah kepercayaan.
Dan itu memang benar.
Namun dalam kehidupan,
kejujuran kadang membawa
sesuatu yang tidak selalu mudah:
sebuah cermin.
Tidak semua orang
siap melihat dirinya sendiri
setiap saat.
Karena itu
orang yang terlalu jujur
kadang dianggap mengusik,
bukan karena ia ingin melukai,
melainkan karena
ia tidak ikut menjaga
ilusi yang sama.
Lalu apakah kita
harus berhenti jujur?
Tidak.
Kejujuran tetap perlu,
hanya saja
ia harus berjalan
bersama kebijaksanaan.
Tidak semua kebenaran
perlu diucapkan sekaligus.
Tidak semua kejujuran
perlu disampaikan
tanpa empati.
Mungkin kedewasaan
berada di sana
tetap setia pada kebenaran,
namun tetap lembut
kepada manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar