Jumat, 13 Maret 2026

Berani Jujur

Ada satu hal

yang pelan-pelan terasa dalam hidup:


semakin jujur seseorang,

semakin tidak semua orang

merasa nyaman.


Sejak kecil kita diajarkan

bahwa kejujuran itu baik

ia adalah nilai,

ia adalah dasar

sebuah kepercayaan.


Dan itu memang benar.


Namun dalam kehidupan,

kejujuran kadang membawa

sesuatu yang tidak selalu mudah:

sebuah cermin.


Tidak semua orang

siap melihat dirinya sendiri

setiap saat.


Karena itu

orang yang terlalu jujur

kadang dianggap mengusik,

bukan karena ia ingin melukai,

melainkan karena

ia tidak ikut menjaga

ilusi yang sama.


Lalu apakah kita

harus berhenti jujur?


Tidak.


Kejujuran tetap perlu,

hanya saja

ia harus berjalan

bersama kebijaksanaan.


Tidak semua kebenaran

perlu diucapkan sekaligus.

Tidak semua kejujuran

perlu disampaikan

tanpa empati.


Mungkin kedewasaan

berada di sana


tetap setia pada kebenaran,

namun tetap lembut

kepada manusia.

Tidak ada komentar: