Di sebuah ruang percakapan
orang-orang berbicara
tentang dunia.
Tentang sejarah,
tentang siapa yang benar.
Namun ada juga
yang sejak awal
sudah merasa paling tahu—
mendengar hanya sebentar,
lalu buru-buru
merendahkan yang lain.
Ketika kata-kata
tak lagi cukup
menopang keyakinannya,
sebuah kata jatuh
ke lantai percakapan:
anjing.
Sejak saat itu
orang-orang mengerti
bahwa yang sedang berbicara
bukan lagi pengetahuan.
Hanya kemarahan
yang kehilangan arah
Hanya arogansi bodoh
yang menunjukkan kekosongan akal.
Sebab yang benar-benar paham
biasanya tidak perlu
berteriak paling keras
apalagi merendahkan
orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar