Ada perjalanan panjang
yang akhirnya bermuara
pada satu hal sederhana
pulang.
Di sana,
wajah-wajah yang dirindukan
menyambut dengan senyum
yang tidak pernah berubah.
Ada ayah,
ada ibu,
ada tawa yang kembali akrab
meski sempat terpisah jarak.
Di meja makan,
hidangan tersaji
dengan rasa yang tak pernah sama
di tempat lain
bukan hanya karena masakannya,
tetapi karena kebersamaan
yang menyertainya.
Dan tanpa banyak disadari,
lelah yang dibawa dari jauh
perlahan menghilang,
seperti diletakkan begitu saja
di depan pintu rumah.
Barangkali memang begitu
rumah tidak banyak bicara,
namun selalu tahu
bagaimana membuat hati
kembali utuh.
Tempat di mana
kita tidak perlu menjadi apa-apa,
cukup menjadi diri sendiri,
dan merasa cukup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar