Selasa tiba
tanpa banyak berkata
ia hanya duduk di tepi
pagi
menunggu aku
menyelesaikan ingatan
semalam.
Tak ada yang
benar-benar berubah,
kecuali cahaya
yang sedikit lebih
jinak
dan langkah
orang-orang
yang seperti baru belajar
percaya.
Selasa berjalan pelan,
seolah takut
menumpahkan rahasia
yang dibawanya dari
Senin.
Di antara suara burung
dan bunyi pintu yang
dibuka terlalu cepat,
aku mengerti
hidup bukan tentang
tergesa-gesa,
melainkan tentang
bagaimana
kita mendengar yang
tidak sempat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar