Hari raya
bukanlah panggung
untuk mengusik luka
yang tidak terlihat.
Bukan pula waktu
untuk menanyakan
hal-hal yang masih diam-diam
diperjuangkan dalam doa
tentang jodoh
yang belum dipertemukan,
tentang anak
yang belum dititipkan,
atau rezeki
yang waktunya masih dirahasiakan.
Sebab di balik senyum
di meja silaturahmi,
ada hati
yang sedang belajar ikhlas,
ada harap
yang masih digenggam
dalam sujud panjang.
Maka biarlah hari raya
cukup menjadi ruang
untuk saling merangkul,
saling memaafkan,
dan menghangatkan kebersamaan
tanpa membuka kembali
luka
yang sedang seseorang rawat
dalam diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar