pulih itu pelan,
seperti senja
yang turun tanpa suara
tumbuh pun demikian,
seperti akar
yang bekerja diam-diam
di dalam tanah
ada bagian diri
yang pernah retak,
namun tetap dipaksa
tersenyum di permukaan
seolah kuat,
hingga lupa
bagaimana jujur
pada hati sendiri
padahal berantakan
adalah bagian dari manusia,
lelah
bukan sesuatu yang asing,
dan kecewa
hanyalah cara hidup
mengajari kita menerima
tersesat
bukan akhir,
ia hanya belokan
yang diam-diam
mengarah pulang
sebab bertumbuh
bukan tentang siapa
yang paling cepat sampai,
melainkan siapa
yang tetap berani melangkah
meski bayang masa lalu
sesekali datang menyapa
dan pulih
bukan tentang melupakan
melainkan tentang
berdamai perlahan,
hingga yang pernah melukai
cukup tinggal sebagai cerita
bukan lagi
sesuatu yang menyakitkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar