Saya belajar...
Balas dendam terbaik itu,
bukan membalas,
melainkan memilih diam,
lalu pelan-pelan melepaskan.
Bukanberarti tak sakit,
bukan pura-pura kuat,
tapi memilih menitipkan luka
pada Yang Maha Mengetahui.
Karena hidup terlalu berharga
untuk dihabiskan mengulang rasa yang sama.
Maka yang diperbaiki bukan orang lain,
melainkan diri sendiri.
Yang ditingkatkan bukan amarah,
melainkan kualitas diri dan ketenangan hati.
Sebabhati yang dipenuhi dendam
tak pernah punya ruang
untuk benar-benar tenang.
Jadi melepaskan bukan karena mereka pantas dimaafkan,
melainkan karena diri ini pantas untuk ringan.
Dan ketika berhenti mengejar balasan,
akan ada ketenangan yang datang perlahan,
Mengganti riuh yang dulu memenuhi dada,
hingga fokus berubah.
Bukan lagi tentang "mengapa itu terjadi",
melainkan bagaimana setelah ini menjadi lebih baik.
Pelan...
Namun pasti...
Bismillah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar