Ada orang-orang
yang belum bisa pulang ke kampung halaman.
Bukan karena rindu mereka berkurang,
bukan pula karena rumah
tak lagi mereka ingat.
Kadang hanya karena hidup
sedang meminta mereka bertahan
sedikit lebih lama
di perantauan.
Ada yang tetap tinggal
sebab pekerjaan tidak bisa ditinggalkan
jika ia berhenti sejenak saja,
ada nafkah yang ikut berhenti.
Ada yang menunda pulang
karena ongkos perjalanan
terasa terlalu jauh untuk dijangkau.
Raganya memang tidak sampai,
namun hatinya
sering kali sudah lebih dulu
duduk di ruang rumah.
Ada juga yang memilih tetap di sini
agar orang tuanya tidak perlu melihat
betapa hidupnya
masih sedang berjuang.
Dan ada yang diam-diam menabung
untuk mimpi yang lebih besar:
rumah yang lebih layak bagi orang tua,
sekolah yang baik untuk adik,
atau masa depan
yang ingin ia bangun bagi keluarganya.
Maka tidak apa-apa
jika ada yang belum pulang.
Sebab pulang
bukan satu-satunya cara
untuk mencintai rumah.
Kadang bertahan di perantauan,
dengan rindu yang dijaga baik-baik,
juga merupakan bentuk cinta
yang tidak banyak orang lihat.
Jadi jika ada saudaramu
yang belum kembali ke rumah,
berbaik sangkalah kepadanya.
Barangkali setiap hari
ia sedang berusaha
agar suatu saat
kepulangannya
membawa kabar baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar