Ada mimpi yang memang belum menemukan bentuknya,
seperti benih yang disimpan tanah jauh sebelum ia tahu
akan menjadi pohon seperti apa.
Mungkin mimpi tidak selalu datang untuk segera diwujudkan.
Kadang ia hanya ingin membawa kita sedikit lebih jauh
dari tempat kita berdiri hari ini.
Ia membuat kita belajar,
bertumbuh,
mencoba pintu-pintu yang sebelumnya kita kira
tidak akan pernah terbuka.
Sebab bukankah langit selalu berada sedikit di luar jangkauan?
Namun justru karena itu,
kita menengadah.
Kita berjalan.
Kita mengulurkan tangan kepada sesuatu
yang belum bisa kita miliki.
Jangan terlalu cepat mengecilkan mimpi
hanya karena hari ini kita belum cukup besar untuk meraihnya.
Mungkin bukan mimpinya yang terlalu tinggi.
Mungkin kitalah yang masih sedang bertumbuh
menuju ketinggian itu.
Dan suatu hari nanti,
ketika kita menoleh ke belakang,
mungkin kita akan tersenyum
melihat betapa jauhnya diri ini telah berjalan.
Ternyata yang dahulu terlihat mustahil
hanya sedang menunggu kita
menjadi seseorang yang mampu menjangkaunya.
Maka jika ada sesuatu yang terus mengetuk dari dalam dada,
jangan buru-buru menyuruhnya pergi.
Peluklah mimpi itu dengan hati yang terbuka.
Lalu berjalanlah ke arahnya.
Perlahan jika perlu,
dengan takut sekalipun,
tetapi jangan berhenti.
Sebab mungkin,
ada bagian dari hidup kita yang baru akan tumbuh
setelah kita berani mengejar sesuatu
yang belum bisa kita lihat ujungnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar