meski ada saat-saat ketika ia sendiri
lupa bahwa kekuatan itu ada.
Terutama ketika hari-hari terasa begitu berat,
ketika jalan yang ditempuh
tak selalu membawa kita ke tempat yang diharapkan.
Ada lelah yang tak mudah diceritakan,
ada kecewa yang perlahan disimpan,
dan ada harapan yang hampir kehilangan suaranya.
Namun, entah bagaimana,
kita masih menemukan alasan untuk melanjutkan langkah.
Mungkin dari harapan kecil
yang belum sepenuhnya padam,
dari doa yang lirih kita panjatkan,
atau dari keyakinan sederhana
bahwa hari yang sulit ini
tak akan berlangsung selamanya.
Begitulah manusia.
Di dalam dirinya,
selalu ada sesuatu yang berusaha
menjaga langkahnya tetap berjalan,
meski perlahan,
meski sesekali harus berhenti
untuk mengumpulkan kembali kekuatan.
Sebab bertahan
tak selalu berarti harus menjadi kuat setiap waktu.
Kadang, bertahan hanyalah
kesediaan
untuk mencoba sekali lagi,
menjalani hari ini semampunya,
dan memberi kesempatan kepada diri sendiri
untuk percaya bahwa esok masih menyimpan harapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar