Senin, 19 Oktober 2026

Jejak Kebaikan

Apa yang kita berikan kepada kehidupan,
sering kali meninggalkan jejak
yang suatu hari akan kita temui kembali.
Yang gemar membantu,
semoga menemukan tangan
ketika dirinya membutuhkan pertolongan.

Yang pandai bersyukur,
akan belajar merasa cukup
meski tak semua keinginannya terpenuhi.
Sementara yang terus menggenggam
tanpa pernah merasa cukup,
bisa jadi kehilangan kemampuan
untuk menikmati apa yang telah dimiliki.

Kebohongan dapat meruntuhkan kepercayaan.
Kecurangan dapat mengikis kehormatan.
Sikap merendahkan dapat melukai harga diri.
Dan perlakuan yang menyakiti orang lain
dapat meninggalkan luka
yang tak selalu terlihat oleh mata.

Sebab setiap perbuatan
membawa jejaknya sendiri.
Meski akibatnya tak selalu datang
dalam bentuk yang sama,
tak ada alasan untuk menganggap
bahwa cara kita memperlakukan sesama
tidak memiliki arti.

Maka, selama masih diberi kesempatan,
pilihlah untuk berbuat baik.
Bukan karena kita tak pernah salah,
melainkan karena kita selalu punya ruang
untuk memperbaiki diri.

Jika hari ini kita masih bergelut dengan dosa,
jangan jadikan itu alasan
untuk menjauh dari ibadah.
Tetaplah datang kepada Allah,
tetaplah berdoa,
dan tetaplah berusaha menjadi lebih baik.

Sebab menjadi manusia yang baik
bukan berarti tak pernah jatuh,
melainkan tak berhenti belajar
untuk bangkit dan memperbaiki langkah.

Selama kita masih berusaha menjaga diri,
tidak sengaja menzalimi orang lain,
dan tidak menjadikan kesalahan
sebagai alasan untuk terus menyakiti,
jangan buru-buru mengira
bahwa pintu kebaikan telah tertutup.

Kita memang tak pernah tahu
bagaimana hari esok akan berjalan.
Namun kita boleh tetap berharap
kepada Allah Yang Maha Pengasih,
bahwa selalu ada jalan untuk kembali,
selalu ada kesempatan untuk berubah,
dan selalu ada rahmat
yang lebih luas daripada kesalahan kita.

Jadi, teruslah beribadah.
Teruslah memperbaiki diri.
Jangan lelah menanam kebaikan.
Sebab kita tak harus menjadi manusia sempurna
untuk terus mendekat kepada-Nya.
Kita hanya perlu menjaga hati
agar tidak merasa nyaman dalam kesalahan,
dan menjaga langkah
agar kehadiran kita tidak menjadi beban
bagi kehidupan orang lain.

Tidak ada komentar: