serumit apa isi kepalamu.
Tidak semua orang tahu berapa banyak hal
yang berputar di sana setiap kali malam datang.
Tidak semua orang mengerti seremuk apa badanmu,
ketika setiap hari tetap memaksa diri untuk bangun
dan menjalani semuanya seolah tidak terjadi apa-apa.
Dan tidak semua orang tahu sekacau apa isi hatimu,
sebab yang mereka lihat mungkin hanya seseorang
yang masih tersenyum
dan berkata, "Aku baik-baik saja."
Padahal ada begitu banyak hal
yang sedang berusaha ditahan sendirian.
Tapi tidak apa-apa.
Tidak semua hal harus bisa dipahami oleh semua orang.
Tidak semua luka harus dijelaskan agar dianggap nyata.
Dan tidak semua kelelahan harus terlihat
agar pantas untuk diistirahatkan.
Kadang,
yang paling dibutuhkan bukan seseorang
yang mampu memahami seluruh isi kepala.
Cukup seseorang yang tidak memaksa
untuk segera baik-baik saja.
Seseorang yang bersedia tinggal
meski tidak sepenuhnya mengerti.
Dan sampai orang itu datang,
semoga diri ini juga belajar
untuk sedikit lebih lembut kepada dirinya sendiri.
Sebab hanya diri sendiri yang benar-benar tahu
betapa beratnya bertahan sejauh ini.
Dan itu saja,
sebenarnya sudah cukup
untuk membuat diri ini berhenti sejenak,
lalu berkata,
terima kasih, karena sudah bertahan sampai hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar