Jumat, 25 September 2026

Cara Hati Memandang Hidup

Pernah kita mengira kehidupan orang lain
lebih indah dari kehidupan kita.
Melihat dari kejauhan,
kita hanya menemukan hal-hal yang tampak baik:
rumah yang lebih terang,
jalan yang lebih lapang,
tawa yang terlihat begitu mudah.

Lalu tanpa sadar,
kita lupa bahwa setiap orang 
membawa hati masing-masing
ketika menjalani hidupnya.
Mungkin bukan hidup mereka yang lebih ringan.
Mungkin mereka hanya belajar
membawanya dengan hati yang lebih lapang.

Sebab laut yang sama bisa terasa berbeda
bagi dua orang yang berlayar di atasnya.
Yang satu sibuk menghitung
seberapa jauh ombak membawanya,
sementara yang lain menikmati angin
yang menyentuh wajahnya.

Begitu pula hidup kita.
Bisa jadi bukan karena hidup ini terlalu sedikit memberi,
melainkan karena kita terlalu sering
melihat apa yang belum ada.
Kita menghitung kekurangan,
sampai lupa memperhatikan
hal-hal sederhana yang setiap hari datang
tanpa banyak meminta.

Mungkin jika kehidupan kita
dijalani oleh hati yang lebih sabar,
lebih bersyukur,
dan lebih lapang,
ceritanya pun akan terasa berbeda.

Maka sebelum melihat kehidupan orang lain
dan merasa milik kita kurang indah,
barangkali kita perlu melihat kembali hati sendiri.
Sebab terkadang,
yang perlu diubah bukan kehidupan 
yang sedang kita jalani,
melainkan cara kita memandangnya.

Tidak ada komentar: