Yang perlu kita perhatikan adalah
ke mana kita mengarahkan perbandingan itu.
Jika seseorang terlalu sering membandingkan dirinya
dengan orang yang terasa jauh lebih tinggi,
ia bisa perlahan merasa kecil.
Merasa tertinggal.
Merasa tidak cukup.
Lalu kehilangan keyakinan pada kemampuan dirinya sendiri.
Sebaliknya,
jika seseorang selalu membandingkan dirinya
dengan orang yang dianggap lebih rendah,
ia mungkin merasa sudah terlalu hebat.
Berhenti belajar.
Merasa tidak perlu memperbaiki diri.
Padahal perjalanan masih panjang,
dan selalu ada hal yang belum kita pahami.
Maka mungkin, kita perlu lebih bijak ketika membandingkan diri.
Jangan terlalu tinggi hingga kita merasa tidak berarti.
Dan jangan terlalu rendah hingga kita lupa untuk tetap rendah hati.
Lalu,
dengan siapa sebaiknya kita membandingkan diri?
Mungkin jawabannya lebih dekat daripada yang kita kira.
Bandingkanlah dirimu dengan dirimu sendiri.
Dengan dirimu beberapa waktu yang lalu.
Apakah hari ini ada sesuatu yang sudah lebih dipahami?
Apakah ada sikap yang perlahan berhasil diperbaiki?
Apakah kamu sudah sedikit lebih kuat daripada sebelumnya?
Tidak harus berubah menjadi orang lain.
Tidak harus menjadi yang paling cepat.
Tidak harus menjadi yang paling hebat.
Cukup terus bertumbuh
dengan ukuran yang paling masuk akal:
dirimu sendiri.
Sebab pada akhirnya,
hidup bukan tentang menjadi lebih baik daripada orang lain.
Tetapi tentang menjalani hari demi hari,
sambil perlahan bertanya,
“Apakah hari ini aku sudah menjadi sedikit lebih baik
daripada diriku yang kemarin?”
Dan mungkin,
itulah satu-satunya perbandingan yang cukup dekat,
cukup jujur,
dan cukup adil untuk terus kita jalani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar