Barangkali hidup memang begitu
tidak lagi banyak berharap pada manusia,
namun diam-diam tetap menyimpan luka
yang belum sempat sembuh seluruhnya.
Kau tetap berjalan,
meski malam sebelumnya
ada yang pecah tanpa suara.
Air mata itu kau simpan rapi,
seperti sesuatu yang tak perlu diketahui siapa-siapa.
Pagi datang,
dan kau menyambutnya seperti biasa
datang lebih awal,
bekerja dengan teliti,
menyapa dengan senyum
yang tak pernah ditanya kelelahan di baliknya.
Tak ada yang tahu
bahwa di sela perjalanan
atau di sudut-sudut sunyi,
kau pernah hampir menyerah,
lalu buru-buru menguat
sebelum siapa pun menyadari.
Kau juga tetap baik,
bahkan pada mereka
yang memilih tidak menyukaimu.
Bukan karena kau tak mengerti sakit,
melainkan karena kau tahu
ketenangan tidak tumbuh
dari membalas hal yang sama.
Dan entah sejak kapan,
kau jadi tempat singgah
bagi banyak cerita
mendengarkan, memahami, menjaga
tanpa pernah benar-benar diberi ruang
untuk didengar.
Hidup memang tidak menunggu kita siap.
Ia terus berjalan,
sementara kita belajar
mengejar napas di tengah langkah.
Namun lihatlah,
kau masih bertahan sejauh ini.
Masih berdiri,
meski pelan dan penuh bekas,
meski kadang goyah.
Dan itu,
lebih dari cukup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar