Minggu, 19 April 2026

Belajar Kuat Tanpa Suara

Barangkali hidup memang begitu

tidak lagi banyak berharap pada manusia,

namun diam-diam tetap menyimpan luka

yang belum sempat sembuh seluruhnya.


Kau tetap berjalan,

meski malam sebelumnya

ada yang pecah tanpa suara.

Air mata itu kau simpan rapi,

seperti sesuatu yang tak perlu diketahui siapa-siapa.


Pagi datang,

dan kau menyambutnya seperti biasa

datang lebih awal,

bekerja dengan teliti,

menyapa dengan senyum

yang tak pernah ditanya kelelahan di baliknya.


Tak ada yang tahu

bahwa di sela perjalanan

atau di sudut-sudut sunyi,

kau pernah hampir menyerah,

lalu buru-buru menguat

sebelum siapa pun menyadari.


Kau juga tetap baik,

bahkan pada mereka

yang memilih tidak menyukaimu.

Bukan karena kau tak mengerti sakit,

melainkan karena kau tahu

ketenangan tidak tumbuh

dari membalas hal yang sama.


Dan entah sejak kapan,

kau jadi tempat singgah

bagi banyak cerita

mendengarkan, memahami, menjaga

tanpa pernah benar-benar diberi ruang

untuk didengar.


Hidup memang tidak menunggu kita siap.

Ia terus berjalan,

sementara kita belajar

mengejar napas di tengah langkah.


Namun lihatlah,

kau masih bertahan sejauh ini.

Masih berdiri,

meski pelan dan penuh bekas,

meski kadang goyah.


Dan itu,

lebih dari cukup

Tidak ada komentar: