Minggu, 14 Juni 2026

Bekal

Hidup memang terasa aneh.
Kita datang ke dunia ini
tanpa membawa apa-apa.

Lalu perlahan,
kita belajar mengejar banyak hal.
Harta,
pencapaian,
pengakuan,
dan berbagai keinginan
yang seolah tak pernah habis.

Padahal pada akhirnya,
tak ada yang benar-benar dapat dibawa pergi.
Yang tinggal bukanlah
seberapa banyak yang pernah digenggam,
melainkan seberapa banyak hati telah belajar,
seberapa tulus kita mencintai,
seberapa sabar kita bertahan,
dan seberapa baik kita menjalani hari-hari yang telah diberikan.

Maka jangan biarkan
tangan terlalu sibuk mengumpulkan dunia,
sementara jiwa perlahan kehilangan arah.

Sebab yang paling membutuhkan perhatian
bukan hanya apa yang ada di luar diri,
tetapi juga apa yang tumbuh di dalamnya.

Biarkan jiwa bertumbuh
dengan kebaikan,
dengan ilmu,
dengan rasa syukur,
dan dengan pengalaman-pengalaman
yang membuat kita lebih bijaksana
dan lebih mengenal diri sendiri.

Karena pada akhirnya,
yang paling berharga
bukanlah apa yang berhasil kita miliki,
melainkan apa yang berhasil kita bawa pulang
di dalam jiwa.

Dan semoga,
selama kaki masih berjalan di dunia yang sementara ini,
kita tidak hanya sibuk mengumpulkan sesuatu untuk tangan,
tetapi juga menyiapkan bekal
untuk kehidupan yang tak lagi mengenal akhir.

Tidak ada komentar: