Maafkan aku,
yang sering baru menengadahkan tangan
ketika nikmat-Mu datang,
namun lupa menundukkan kepala
ketika hari-hari berjalan biasa.
Maafkan lisanku yang lebih mudah menghitung
berapa banyak yang belum kumiliki,
daripada menyadari betapa banyak
yang telah Engkau letakkan di tanganku.
Dan lembutkanlah hatiku yang terkadang lebih cepat
mengeluh tentang jalan yang Engkau pilihkan,
daripada percaya bahwa setiap langkah
telah Engkau ukur dengan pengetahuan-Mu.
Betapa sering aku mengira hujan sebagai kesedihan,
padahal mungkin Engkau sedang membersihkan
jalan yang akan kulewati.
Betapa sering aku menganggap
pintu yang tertutup sebagai kehilangan,
padahal mungkin Engkau sedang menjagaku
dari sesuatu yang belum kuketahui.
Ya Allah,
ajarkan aku melihat dengan hati yang lebih jernih.
Agar aku tidak hanya bersyukur
ketika langit sedang cerah,
tetapi juga belajar percaya ketika hujan belum berhenti.
Agar aku tidak hanya mengingat-Mu
ketika membutuhkan l pertolongan,
tetapi juga ketika hidup sedang baik-baik saja.
Lembutkan hatiku,
lapangkan prasangkaku kepada-Mu,
dan ajari aku menerima
apa yang belum mampu kupahami.
Sebab mungkin,
syukur bukan hanya tentang
mengucapkan Alhamdulillah atas apa yang telah datang,
melainkan tentang percaya
bahwa bahkan sesuatu yang belum kumengerti
tetap berada di dalam pengetahuan dan kasih-Mu.
Ya Allah,
jadikan aku hamba yang pandai melihat nikmat,
bahkan ketika nikmat itu
datang dengan wajah yang belum kukenal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar