akan menemukan balasan dalam bentuk yang sama.
Ada yang kita beri dengan tulus,
namun tetap dianggap biasa.
Ada hormat yang kita jaga,
namun tidak pernah kembali
sebagai penghargaan.
Tidak apa-apa.
Kita tidak bisa memaksa sebuah hati untuk memahami
bahasa kebaikan yang kita gunakan.
Namun ketika terus memberi
hanya membuat hati semakin lelah,
mungkin sudah waktunya mengubah jarak.
Bukan karena ingin membenci,
bukan pula karena ingin membalas.
Hanya karena ada kalanya
sebuah pintu memang perlu kita tutup perlahan,
agar langkah dapat menemukan ruang yang lebih baik.
Sebab menjaga hubungan tidak selalu berarti
harus terus berada di dalamnya.
Ada jalan yang cukup kita lewati sampai batas tertentu,
lalu kita memilih persimpangan yang lain.
Tetaplah membawa kebaikan.
Tetaplah menjaga hormat.
Tetaplah mendoakan tanpa harus selalu mendekat.
Sebab mungkin,
meninggalkan sesuatu bukan selalu berarti kita kehilangan.
Kadang kita hanya sedang memberi kesempatan
kepada diri sendiri untuk menemukan tempat
di mana kebaikan tidak perlu terus-menerus dijelaskan,
dan rasa hormat tidak perlu diminta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar