sebagian ekspektasi yang kita berikan
kepada diri sendiri lahir bukan dari keinginan,
melainkan dari rasa takut.
Takut tertinggal.
Takut terlihat kecil ketika melihat orang-orang
yang dulu berjalan bersama kini sudah sampai lebih jauh.
Lalu tanpa sadar,
kita mulai mengukur hidup dari pencapaian orang lain.
Padahal,
setiap orang berangkat dari tempat yang berbeda.
Kesempatan berbeda. Beban berbeda.
Jalan yang ditempuh pun tidak pernah benar-benar sama.
Maka tidak adil jika perjalananmu
diukur dengan perjalanan orang lain.
Mungkin hari ini kamu belum berada
di tempat yang kamu inginkan.
Tidak apa-apa.
Kamu tetap hebat karena masih memilih bertahan,
masih mencoba, dan masih berjalan
meski beberapa langkah terasa begitu berat.
Belajarlah ikut bahagia
ketika orang lain sampai lebih dahulu.
Ucapkan selamat dengan tulus,
lalu kembali melihat jalanmu sendiri.
Tidak perlu mengejar semua hal sekaligus.
Pilih satu hal kecil yang ingin diperbaiki.
Lakukan perlahan, tetapi terus-menerus.
Sebab pertumbuhan sering kali tidak terdengar.
Ia terjadi dalam kebiasaan kecil yang kita ulang setiap hari.
Dan jangan lupa merayakan kemajuanmu sendiri.
Sekecil apa pun itu.
Berterima kasihlah kepada dirimu
yang tetap mencoba ketika rasanya ingin berhenti.
Sebab hidup bukan perlombaan
tentang siapa yang sampai lebih dahulu.
Ada orang yang tiba lebih cepat,
ada yang harus berjalan lebih jauh.
Dan mungkin, kamu tidak sedang terlambat.
Kamu hanya sedang berjalan
di waktu yang memang menjadi milikmu.
Teruslah berjalan.
Percayalah, kamu akan sampai pada waktumu sendiri.