jauh lebih menenangkan
daripada terus mengeluh
atas hal-hal yang tak lagi dapat diubah.
Sebab keluhan yang tak berkesudahan
hanya membuat hati semakin lelah.
Sedangkan rasa syukur,
meski sederhana,
perlahan melapangkan dada
dan mengajarkan kita
untuk melihat kebaikan
yang masih tersisa.
Bersyukur bukan berarti
tidak pernah sedih.
Bukan pula berarti
melupakan kesalahan yang pernah terjadi.
Melainkan menerima bahwa
apa yang telah berlalu
telah menjadi bagian dari perjalanan,
lalu mengambil pelajaran darinya
tanpa terus-menerus membelenggu diri
dengan penyesalan.
Karena pada akhirnya,
rasa syukur memiliki caranya sendiri
untuk membebaskan hati
dari kecemasan yang berlebihan,
dan mengajarkan kita
untuk melangkah dengan lebih tenang,
sambil percaya bahwa rahmat Allah
selalu lebih luas
daripada kesalahan-kesalahan kita.