bukan untuk saling menjatuhkan.
Melainkan untuk saling menguatkan.
Sebab pada akhirnya,
kita berasal dari Rabb yang sama.
Maka persaudaraan
bukan sekadar tentang sering bertemu.
Ia hidup dalam kepedulian.
Dalam doa yang diam-diam dipanjatkan.
Dalam tangan yang ringan
menolong.
Dalam hati yang lebih memilih
memaafkan daripada memperpanjang permusuhan.
Persaudaraan tak tumbuh
dari banyaknya penilaian.
Ia bertumbuh dari kebaikan
yang terus dialirkan,
meski sederhana.
Maka jadilah saudara
yang menghadirkan ketenangan.
Yang lebih suka
memahami daripada menghakimi.
Lebih ringan
menguatkan daripada menyalahkan.
Karena pada akhirnya,
yang membuat sebuah pertemuan
menjadi berarti,
bukan seberapa lama kita berjalan bersama.
Melainkan seberapa banyak
kebaikan yang tertinggal
di hati orang-orang yang pernah
kita temui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar