kebaikan
terasa melelahkan.
Bukan karena
berbuat baik itu salah.
Melainkan karena
tak semua hati
mampu menghargainya.
Ada ketulusan
yang dibalas
dengan ketidakpedulian.
Ada kepercayaan
yang justru dimanfaatkan.
Lalu perlahan
muncul pertanyaan,
Masih pantaskah tetap menjadi orang baik?"
Barangkali,
dunia memang
tak selalu adil.
Namun jangan biarkan
cara dunia
mengubah cara
hatimu bertumbuh.
Sebab kebaikan
tak pernah kehilangan nilainya
hanya karena
tak mendapat tepuk tangan.
Mungkin kita
tak selalu mampu
melakukan hal-hal besar.
Namun satu perhatian,
satu senyum,
satu telinga
yang bersedia mendengar,
atau satu doa
yang diam-diam dipanjatkan,
boleh jadi
adalah alasan
seseorang kembali kuat
menjalani hidupnya.
Sering kali,
kita tak pernah tahu
sejauh mana
kebaikan kecil
menjangkau kehidupan orang lain.
Karena itu,
jangan terburu-buru
berhenti menjadi baik.
Bukan karena
semua orang
akan membalasnya.
Melainkan karena
kebaikan
adalah cara
menjaga hati
agar tetap hidup.
Jika manusia
tak mampu menghargainya,
biarlah.
Sebab tujuan
dari setiap kebaikan
bukanlah pujian.
Melainkan agar hati
tetap bersih
di hadapan
Yang Maha Melihat.
Mungkin dunia
akan membuatmu lelah.
Namun jangan biarkan
kelelahan itu
mengubahmu
menjadi seseorang
yang dulu
tak ingin kaujadi.
Sebab hidup
hanya sekali.
Dan rasanya
terlalu sayang
jika perjalanan yang singkat ini
dihabiskan
dengan kebencian.
Tetaplah menjadi
orang yang baik.
Bukan karena dunia
selalu pantas menerimanya.
Melainkan karena
hatimu pantas
tetap menjaganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar