sebuah kata diucapkan,
ia berangkat
menuju hati
yang masing-masing
membawa ceritanya sendiri.
Ada yang menerimanya
sebagai pengetahuan.
Ada yang menjadikannya
sebagai pengingat.
Seperti hujan
yang jatuh
di tanah yang berbeda.
Ada yang segera
menumbuhkan benih.
Ada yang hanya
membasahi permukaan.
Dan ada pula
yang belum mampu
menerimanya.
Bukan karena
kata-kata itu keliru.
Melainkan karena
hati sedang dipenuhi
oleh banyak hal
yang belum selesai.
Sebab setiap orang
mendengar
sesuai dengan
apa yang sedang hidup
di dalam dirinya.
Karena itu,
tak semua kata
harus diterima
dengan cara yang sama.
Tak semua nasihat
akan tiba
pada waktu
yang tepat.
Namun bukan berarti
ia kehilangan makna.
Mungkin hanya
belum menemukan
musimnya.
Sebab pada akhirnya,
kata-kata
hanyalah perantara.
Ia akan tinggal
di hati yang terbuka,
menjadi pengingat
bagi yang telah memahami,
dan menjadi pelajaran
bagi mereka
yang suatu hari nanti
telah siap menerimanya.
Karena setiap hati
memiliki waktunya sendiri
untuk mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar