Padahal,
kita tak pernah benar-benar tahu
pilihan apa saja yang tersedia di hadapannya.
Kita hanya melihat keputusannya.
Bukan ketakutan
yang ia sembunyikan.
Bukan doa-doa
yang berkali-kali ia panjatkan.
Bukan pula kehilangan
yang telah ia terima.
Barangkali,
apa yang tampak
sebagai pilihan yang keliru,
adalah jalan
yang paling mampu
ia tempuh pada saat itu.
Sebab setiap orang
sedang memikul ceritanya sendiri.
Ada yang berjuang melawan luka.
Ada yang bertahan di bawah tekanan.
Ada yang memilih diam,
karena lelah menjelaskan.
Maka sebelum tergesa-gesa menilai,
cobalah memahami.
Sebelum menghakimi,
belajarlah berlapang hati.
Karena kita tak pernah benar-benar
menjalani kehidupan mereka.
Namun kita selalu memiliki
pilihan untuk bersikap lebih lembut,
dan menghadirkan kasih
di tempat yang sering kali
terlalu cepat dipenuhi penilaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar