selalu cukup
dengan apa
yang telah dititipkan.
Mampu menikmati
bagian yang menjadi miliknya,
tanpa sibuk
menghitung
apa yang ada
di tangan orang lain.
Sebab setiap orang
memiliki rezeki,
waktu,
dan perjalanan
yang berbeda.
Apa yang tampak
lebih indah
di mata kita,
belum tentu
lebih ringan
untuk dijalani.
Maka peliharalah syukur.
Sebab hati
yang pandai bersyukur,
tak mudah
dikuasai iri.
Ia lebih senang
merawat apa yang dimiliki,
daripada gelisah
oleh apa yang dimiliki
orang lain.
Karena pada akhirnya,
ketenangan
sering lahir
bukan ketika
kita memiliki lebih banyak,
melainkan ketika
kita mampu
mencintai
bagian yang telah
dipercayakan kepada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar